GOTVNEWS, Bintan – Aktivitas pelayaran di wilayah Selat Malaka dan Selat Singapura masih terpantau normal. Kawasan tersebut diketahui merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Komandan Pangkalan TNI AL Bintan, Letkol Laut (P) Wityuda Timortimur, mengatakan bahwa pihak TNI Angkatan Laut terus memantau kepadatan lalu lintas kapal di kedua selat tersebut melalui sistem pemantauan yang terintegrasi.
Menurutnya, seluruh data lalu lintas pelayaran dikumpulkan melalui pusat komando yang bekerja sama dengan berbagai unsur pengawasan maritim.
“Kemadatan lalu lintas di Selat Singapura dan Selat Malaka terus kami pantau. Kami juga memiliki beberapa titik radar yang tersebar di sejumlah wilayah pesisir, terutama di sekitar Selat Malaka dan Selat Singapura,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi adanya pergerakan alutsista negara tertentu yang melintas di kedua jalur tersebut. Pergerakan tersebut juga tidak terindikasi terkait dengan konflik internasional.
“Terkait dengan peran Iran, sejauh ini masih dalam batas normal. Tidak ada pergerakan alutsista milik Amerika maupun sekutunya yang melewati Selat Singapura atau Selat Malaka yang terindikasi terlibat dalam perang Iran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wityuda menyebutkan bahwa aktivitas pelayaran masih berlangsung seperti biasa. Ia menegaskan tidak ada perubahan signifikan dalam lalu lintas pelayaran di wilayah tersebut.
“Untuk kegiatan pelayaran sejauh ini masih terpantau normal. Tidak ada perlambatan ataupun peningkatan, hanya pergerakan kapal dari satu titik menuju titik lainnya seperti biasa,” tutupnya.(Mhd)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














