Hukum  

Bea Cukai Kepri Gagalkan 16 Ton Pasir Timah Hendak Diselundupkan ke Malaysia

Bea Cukai Kepri Gagalkan 16 Ton Pasir Timah Hendak Diselundupkan ke Malaysia.
Bea Cukai Kepri Gagalkan 16 Ton Pasir Timah Hendak Diselundupkan ke Malaysia. Foto: Gotvnews/yh.

GOTVNEWS, Karimun – Tim gabungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau bersama Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri berhasil menggagalkan penyeludupan 16 ton pasir timah ilegal di Perairan Timur Berakit.

Komoditas tambang tersebut dikemas dalam 319 karung dan diduga akan diselundupkan ke Malaysia melalui jalur laut. Nilai barang diperkirakan mencapai Rp3,2 miliar.

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Sodikin, mengungkapkan operasi bermula dari laporan intelijen adanya kapal yang mencurigakan pada, Senin 23 Februari 2025.

“Tim melakukan plotting posisi, kapal terdeteksi di Perairan Berakit dengan haluan ke utara atau Malaysia. Kami lakukan pengejaran hingga kapal berhasil dihentikan dan diperiksa,” ujar Sodikin.

Sodikin menekankan bahwa penyelundupan ini bukan sekadar masalah kerugian materil, melainkan hilangnya potensi nilai tambah dalam negeri dan kerusakan lingkungan akibat penambangan ilegal.

“Penyelundupan seperti ini tahun 2025 lalu kami tegah dalam empat kali mencapai 120 ribu ton dengan nilai Rp 24,2 miliar. Untuk 16 ton ini harapan kami bisa mengungkap secara detail dari mana di dapat. Apakah dari luar atau dalam IUP PT Timah di Bangka,” katanya

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Moh Irhamni, menambahkan para pelaku menggunakan pola klasik yang berulang.

Barang diangkut dari Bangka Belitung, kemudian bergerak ke Batam dan melintasi Karimun sebelum diseberangkan ke Malaysia pada malam hari untuk menghindari radar dan patroli aparat.

“Sebelumnya kami sudah menangkap 13 tersangka dalam kasus serupa. Namun tampaknya belum menimbulkan efek jera. Kami akan terus mengungkap aktor-aktor di balik jaringan ini,” tegas Irhamni.

Irhamni menegaskan implementasi program ASTA CITA Presiden RI dalam memperkuat kedaulatan sumber daya alam nasional.

“Kami akan menelusuri rantai pasok dari hulu hingga hilir guna membongkar jaringan penambangan dan penyelundupan ilegal,” tutupnya. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *