Gerak Cepat, Bupati Iskandar Sidak RSUD Tanjungbatu, Berbagai Kendala segera dibenahi

GOTVNEWS, Karimun – Bupati Karimun, Iskandarsyah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Tanjungbatu menyusul protes masyarakat terkait buruknya pelayanan rumah sakit.

Temuan utama di lapangan menunjukkan RSUD Tanjungbatu masih perlu dilakukan pembenahan total. Sehingga kondisi ini berdampak langsung pada layanan kesehatan masyarakat, yang masih bergantung pada rujukan ke luar daerah, seperti ke Tanjung Balai Karimun.

Bupati mengakui bahwa kondisi ini tidak terlepas dari beban persoalan pemerintahan periode sebelumnya yang belum terselesaikan. Pemda saat ini masih harus menanggung utang tunda bayar Rp3 miliar dari total lebih Rp5 miliar, sehingga fokus anggaran terpecah antara membayar hutang, operasional dan memperbaiki layanan.

โ€œTerkait dengan anggaran totalnya ada sekitar 7,9 miliar, ini harus di manage dengan baik oleh pihak rumah sakit, jangan diam saja. Saya gak tau kenapa banyak utang dulunya, nanti kita coba selesaikan dan kita evaluasi,โ€ tegasnya di sela sidak.

Di tengah keterbatasan tersebut, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,9 miliar pada tahun 2026 untuk pembenahan RSUD Tanjungbatu.

Anggaran tersebut mencakup operasional rumah sakit, pengadaan serta perawatan peralatan medis, ketersediaan obat dan darah, transportasi dan BBM, hingga kebutuhan makan dan minum pasien.

Namun, temuan lainnya dalam sidak mengungkap adanya anggaran yang belum terealisasi sebesar Rp260 juta untuk pengadaan ambulans laut yang hingga kini belum dijalankan oleh pihak rumah sakit. Padahal, fasilitas tersebut dinilai krusial untuk menunjang mobilitas pasien di wilayah kepulauan seperti Kundur.

Bupati menegaskan, pembenahan RSUD Tanjungbatu tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek pelayanan dan kinerja tenaga kesehatan. Ia meminta agar seluruh tenaga medis memberikan pelayanan maksimal seiring upaya pemerintah memperbaiki sistem dan sarana kesehatan.

โ€œKita sedang merancang rumah sakit ini menjadi tipe D, kita juga rancang emodialisnya di sini.โ€ Pungkasnya.

Ke depan, Pemkab Karimun menargetkan peningkatan kualitas layanan, termasuk pemenuhan dokter spesialis melalui program beasiswa bersama Pemprov Kepri sebagai solusi jangka panjang, agar masyarakat Kundur tidak perlu dirujuk ke luar daerah.(Frh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *