Bintan  

Kepala BPBD Bintan Ajak Warga Siaga Bencana

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan, Ramlah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan, Ramlah. Foto: dok BPBD Bintan.

GOTVNEWS, Bintan – Angka bencana yang terjadi di Kabupaten Bintan dibanding tahun sebelumnya mengalami kenaikan jumlah bencana alam, untuk itu BPBD Bintan mengajak semua stekholder dan juga warga, agar selalu waspada dan siaga bencana.

Hal ini disampaikan Kepala BPBD Ramlah saat menjadi narasumber kegiatan AJI Peduli Edukasi Masyarakat Tangguh Bencana di Kantor Camat Toapaya, Kabupaten Bintan pada Jum’at (22/05/2026) pagi.

Ramlah menyampaikan untuk data kejadian bencana tahun 2025 yang terjadi di Bintan ada sebanyak 258 kejadian bencana alam, sedangkan untuk tahun 2026 ini periode Januari – April ada sebanyak 377 kejadian yang didominasi oleh Karhutla.

” BPBD selalu berupaya membangun masyarakat tangguh bencana, dengan melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah, lembaga terkait, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat “, jelasnya.

Dengan dilaksanakan sosialisasi ini, merupakan bagian dari kerja sama pentahelik yang dilakukan BPBD dan juga AJI Tanjungpinang.

” Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga menekankan pada upaya pencegahan, peningkatan kapasitas, serta edukasi kepada masyarakat di tingkat paling bawah “, tutupnya.

Dengan sinergi ini, ia berharap upaya penanggulangan dan pengurangan risiko bencana di lapangan dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Sementara itu Ketua AJI Kota Tanjungpinang Sutana mengatakan, kerja sama yang telah terjalin selama ini diharapkan dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat ke depannya.

” Sumbangsih Aliansi Jurnalis Independen kepada masyarakat adalah melalui upaya edukasi serta pemberian pemahaman dasar mengenai penanganan bencana “, ujarnya.

Edukasi ini mencakup langkah-langkah yang perlu dilakukan masyarakat ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan maupun bencana lainnya, termasuk penanganan apabila ditemukan satwa liar seperti buaya di sekitar permukiman.

” Tak hanya bencana Alam seperti Karhutla, untuk penanganan hewan reptil buaya juga sudah kita lakukan di Kecamatan Teluk Bintan, dengan menggandeng Stekholder terkait,” tutupnya.(Mhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *