GOTVNEWS, KARIMUN – Sebuah kejanggalan di depan rumah sewa akhirnya mengungkap kematian seorang pedagang di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).
Sepasang sandal yang tak pernah berpindah tempat selama empat hari menjadi petunjuk awal hingga pria bernama Mohammad Azis (51) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di dalam rumahnya, Kamis (18/6/2026) sore.
Korban yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, diketahui sehari-hari mencari nafkah sebagai pedagang di Karimun.
Kapolsek Balai, AKP Bakri, mengatakan peristiwa itu pertama kali terungkap setelah seorang tetangga korban, R Zulkarnain (60), mencium aroma busuk menyengat saat membersihkan bagian belakang rumahnya.
Awalnya, Zulkarnain mengira bau tersebut berasal dari bangkai hewan. Namun rasa curiganya semakin kuat ketika melihat sandal milik korban yang masih berada di teras rumah dan tidak berubah posisi selama beberapa hari.
“Sandal milik korban diketahui sama sekali tidak berpindah posisi selama empat hari terakhir,” ujar AKP Bakri, Jumat (19/6/2026).
Merasa ada sesuatu yang tidak beres, saksi kemudian mencoba mengetuk pintu dan memanggil nama korban. Namun tidak ada jawaban dari dalam rumah, hanya aroma menyengat yang terus tercium.
Saksi lalu melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat, Raja Muhammad Hanafi, yang kemudian meneruskannya kepada pihak kepolisian.
Menerima laporan itu, personel Polsek Balai bersama Polres Karimun langsung mendatangi lokasi. Saat pintu rumah berhasil dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi membusuk.
Di dalam kamar, polisi juga menemukan sejumlah barang pribadi berupa tas, telepon genggam, serta 11 jenis obat-obatan yang berada di sekitar jasad korban.
“Keberadaan ragam obat-obatan di dalam kamar korban memicu dugaan awal bahwa korban meninggal dunia akibat menderita penyakit tertentu,” kata AKP Bakri.
Meski dugaan awal mengarah pada faktor kesehatan, kepolisian menegaskan penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil visum et repertum.
“Jenazah korban saat ini masih berada di kamar jenazah RSUD Muhammad Sani. Kami masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” tutupnya.(yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














