Pasokan Listrik Pulau Kundur Masih Defisit, Bupati Karimun Gandeng Investor Bangun PLTS

Pasokan Listrik Pulau Kundur Masih Defisit, Bupati Karimun Gandeng Investor Bangun PLTS.
Pasokan Listrik Pulau Kundur Masih Defisit, Bupati Karimun Gandeng Investor Bangun PLTS. Foto: Dok Prokopim Karimun.

GOTVNEWS, Karimun – Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun mulai mendorong percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat di Pulau Kundur sebagai upaya memperkuat ketahanan energi dan mengantisipasi terulangnya krisis listrik seperti blackout yang sempat terjadi di Pulau Karimun.

Langkah tersebut dibahas Bupati Karimun, Iskandarsyah, bersama Direktur Utama PT Prima Gasifikasi Indonesia, Sujono Kosasih, di Rumah Dinas Bupati Karimun, Senin (3/8/2026).

Ketersediaan listrik yang andal menjadi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Karimun terus membuka peluang investasi di sektor energi, termasuk pengembangan PLTS yang dinilai lebih ramah lingkungan dan mampu meningkatkan kemandirian energi di Pulau Kundur.

“Belajar dari peristiwa blackout yang terjadi di Pulau Karimun, kami ingin memperkuat sistem kelistrikan di wilayah lain, termasuk Pulau Kundur. Ketersediaan listrik yang stabil adalah hak dasar masyarakat sekaligus penggerak utama perekonomian daerah. Karena itu kami terus mendorong investasi di sektor energi, salah satunya melalui pembangunan PLTS terpusat,” kata Iskandarsyah.

Menurutnya, keberadaan PLTS akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta layanan pendidikan yang membutuhkan pasokan listrik stabil.

Sementara itu, Direktur Utama PT Prima Gasifikasi Indonesia, Sujono Kosasih, menjelaskan kebutuhan listrik di Pulau Kundur saat ini terus meningkat, sementara kapasitas pembangkit yang ada masih belum mampu memenuhi beban puncak.

Pembangkit listrik tenaga gasifikasi biomassa yang selama ini menjadi mitra PLN ULP Tanjung Batu baru mampu menyuplai sekitar 900 kilowatt (kW).

Di sisi lain, total pasokan listrik dari seluruh pembangkit di Pulau Kundur saat ini hanya berkisar 2.500 hingga 3.000 kW, sedangkan kebutuhan listrik saat beban puncak mencapai sekitar 5 hingga 7 megawatt (MW).

“Masih terdapat selisih yang cukup besar antara kapasitas pembangkit dengan kebutuhan listrik masyarakat. Karena itu diperlukan tambahan sumber energi baru agar pasokan listrik di Pulau Kundur lebih andal,” ujar Sujono.

Pengembangan pembangkit berbasis biomassa saat ini menghadapi sejumlah kendala, di antaranya semakin terbatasnya pasokan bahan baku kayu olahan, berkurangnya tenaga kerja lokal karena banyak yang memilih bekerja ke Malaysia, serta menurunnya ketersediaan pohon karet tua yang selama ini dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif.

Dengan begitu, pengembangan PLTS dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Kundur sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih.

Pemerintah Kabupaten Karimun berharap rencana pembangunan PLTS terpusat tersebut dapat segera terealisasi sehingga mampu meningkatkan pemerataan akses listrik, memperkuat perekonomian masyarakat, dan mendorong penggunaan energi ramah lingkungan di wilayah kepulauan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *