GOTVNEWS, Karimun – Ekspor perdana kopra dari Kecamatan Moro menjadi momentum pengembangan ekonomi masyarakat Karimun. Bupati Karimun Iskandarsyah turut menghadiri ekspor sekaligus memfasilitasi pertemuan pelaku usaha dengan sejumlah stakeholder, Jumat (22/8/2026) siang.
Langkah ini guna untuk memastikan proses ekspor berjalan lebih mudah dan aman, sekaligus membuka peluang pasar internasional lebih luas bagi produk unggulan Moro.
Dalam ekspor perdana, PT. Moro Maju Sejahtera mengirim 26 ton kopra. Dan pada ekspor berikutnya dijadwalkan September 2026 sebanyak empat kontainer.
Selain kopra, potensi produk turunan kelapa dari Moro juga mulai dilirik pasar internasional. Bahkan, terdapat penawaran dari buyer asal China untuk kebutuhan arang tempurung kelapa hingga 100 ton per bulan.
PT Moro Maju Sejahtera tidak hanya menghasilkan kopra, melainkan juga mengembangkan arang tempurung kelapa dan asap cair sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Bupati Iskandarsyah memfasilitasi Bea Cukai dan Balai Karantina untuk mendukung kelancaran ekspor. Ia juga mengapresiasi PT Moro Maju Sejahtera yang mampu membawa produk lokal ke pasar internasional sekaligus memberdayakan sekitar 40 pekerja lokal.
Bupati Iskandarsyah menegaskan pemerintah harus hadir dengan membuka akses, khususnya memberi fasilitasi, dan membangun kolaborasi agar pelaku usaha berkembang serta menjangkau pasar lebih luas.
“Ini luar biasa. Tidak pernah kita bayangkan di Kecamatan Moro yang jauh dari ibu kota mampu untuk melakukan ekspor. Pengolahan kelapa menghasilkan kopra, arang dan juga asap cair. Meskipun UMKM mereka mampu memperkerjakan 40 orang warga lokal,” ujar Iskandarsyah.
Sementara itu, Jabatan Fungsional Ahli Pratama KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun, Heriyanto memastikan dukungan terhadap pelaku UMKM yang ingin memperluas pasar hingga ke luar negeri. Kemudahan proses ekspor diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi produk-produk lokal Karimun untuk bersaing di pasar internasional.
“Kita akan mempermudah UMKM. Kalau bisa semua ekspor dilakukan dari Tanjungbalai Karimun. Untuk berangkat dari Batam juga sebenarnya bisa,” ujar Heriyanto.
Potensi Moro bukan hanya tentang perkebunan, tetapi juga peluang ekonomi dari kelapa. Dari Moro, produk lokal mulai menembus pasar internasional dan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Karimun.(tim)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













