GOTVNEWS, Karimun – Perumda Tirta Mulia Karimun terpaksa menghentikan sementara pendistribusian air bersih kepada ratusan pelanggan Cabang Tanjung Batu Kundur.
Kebijakan tersebut diambil lantaran kondisi sumber air baku di Waduk Tempan, Desa Tempan, Kecamatan Kundur, mengalami penurunan drastis akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino.
Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan, mengatakan keputusan penghentian sementara distribusi air bukanlah langkah yang diinginkan perusahaan. Namun, kondisi ketersediaan air baku saat ini sudah tidak memungkinkan untuk menjaga pelayanan secara normal.
“Kami terpaksa menghentikan sementara pendistribusian air bersih untuk 809 pelanggan di wilayah Kundur Kota, Tanjung Batu Kundur,” ujar Ferry, Sabtu (5/9/2026).
Ferry menjelaskan, selama kondisi sumber air baku belum kembali normal, pelanggan terdampak akan berstatus nonaktif sementara. Status tersebut akan kembali diaktifkan apabila kondisi Waduk Tempan telah membaik dan pasokan air baku kembali memungkinkan untuk dilakukan pengolahan.
“Nantinya pelanggan akan berstatus nonaktif sementara dan akan kami aktifkan kembali apabila kondisi Waduk Tempan sudah kembali normal dan ketersediaan air baku sudah memungkinkan untuk diolah dan didistribusikan kembali kepada pelanggan,” jelasnya.
Sebelum mengambil langkah penghentian sementara distribusi air, Perumda Tirta Mulia Karimun telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karimun dan sejumlah instansi terkait. Kondisi Waduk Tempan telah disampaikan kepada Dinas PUPR Karimun, Bapperlitbang, serta dilaporkan kepada Bupati Karimun.
Selain itu, kondisi sumber air baku tersebut juga telah dibahas dalam rapat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Kota Batam.
“Kami sudah menyampaikan kondisi Waduk Tempan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait. Baru-baru ini kami juga telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Karimun,” kata Ferry.
Menghadapi kondisi kekeringan yang terus berlangsung, Perumda Tirta Mulia Karimun mendorong adanya langkah bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Salah satu opsi yang akan diperjuangkan apabila kondisi terus memburuk adalah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.
“Kami akan mendorong bersama Pemerintah Daerah kepada Pemerintah Pusat agar, jika kondisi ini terus berlanjut dan memungkinkan, dapat dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca,” ujarnya.
Ferry mengakui penghentian distribusi air bersih tentu memberikan dampak bagi masyarakat. Karena itu, pihaknya meminta pelanggan memahami kondisi yang sedang dihadapi akibat faktor alam.
“Kami memahami bahwa penghentian distribusi ini tentu sangat berdampak kepada pelanggan. Kami mohon pelanggan dapat bersabar dan memahami kondisi yang sedang kita hadapi,” tutupnya. (Yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














