GOTVNEWS, Tanjungpinang – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air baku PDAM Tirta Kepri. Dari tiga waduk utama yang menjadi sumber air, Waduk Sei Jago di Tanjung Uban mengalami penyusutan debit paling signifikan hingga mengganggu distribusi kepada pelanggan.
Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik, mengatakan penurunan debit air juga terjadi di Waduk Sei Pulai dan Waduk Kijang. Namun, kondisi kedua waduk tersebut masih tergolong aman untuk memenuhi kebutuhan pelanggan selama Agustus.
Saat ini, debit Waduk Sei Pulai berada di kisaran 1,9, sedangkan Waduk Kijang di Kolong Enam masih di atas 1,6.
“Sejauh ini pasokan air dari kedua waduk tersebut masih dalam kategori aman untuk bulan Agustus,” ujar Kholik, Senin (24/8/2026).
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Waduk Sei Jago. Penyusutan debit air yang cukup drastis membuat PDAM harus mengurangi jam operasional distribusi air.
Akibatnya, sekitar dua ribu pelanggan di wilayah Tanjunguban terdampak pembatasan distribusi dan tidak lagi mendapatkan layanan air selama 24 jam.
Kholik berharap kondisi kemarau segera berakhir dan curah hujan mulai meningkat pada September mendatang sehingga debit air baku kembali normal.
“Kita berharap bulan ini menjadi puncak kekeringan, sehingga September sudah mulai ada curah hujan,” katanya.
PDAM Tirta Kepri juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian selama musim kemarau berlangsung.
“Kami meminta warga menggunakan air secukupnya dan melakukan penghematan air,” tutupnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














