Perum Bulog Catat Rekor Terbanyak Pengadaan Beras Nasional Capai 4,11 Juta Ton Hingga Oktober 2026

Perum Bulog Catat Rekor Terbanyak Pengadaan Beras Nasional Capai 4,11 Juta Ton Hingga Oktober 2026.
Perum Bulog Catat Rekor Terbanyak Pengadaan Beras Nasional Capai 4,11 Juta Ton Hingga Oktober 2026. Foto: Gotvnews/Ald.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Perum Bulog mencatatkan rekor terbanyak dalam pengadaan beras nasional yang mencapai 4,11 juta ton beras hingga periode Oktober 2026.
‎
‎Capaian tersebut menembus 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton, sekaligus menjadi angka penyerapan tertinggi sepanjang berdirinya Perum Bulog.
‎
‎Realisasi pengadaan nasional tersebut melonjak signifikan dibandingkan pencapaian tahun 2025 yang tercatat sebesar 3,19 juta ton, serta melampaui rekor tertinggi sebelumnya pada tahun 2012 silam sebesar 3,65 juta ton.
‎
‎Pencapaian rekor tersebut menjadi bagian dari komitmen Bulog dalam menyerap hasil panen petani secara maksimal sekaligus memperkuat ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di seluruh daerah.
‎
‎Kepala Cabang Perum Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menyampaikan bahwa ketersediaan beras di wilayahnya berada dalam kondisi sangat aman, tercatat laporan stok per 9 Oktober 2026 sebanyak 1.631.365 kilogram atau sekitar 1.631 ton.
‎
‎”Untuk stok Cadangan Beras Pemerintah di wilayah kerja kami yang meliputi Kota Tanjungpinang, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Kepulauan Anambas saat ini berada di kisaran 1.631 ton,” ucap Arief, Jumat (16/10/2026).
‎
‎Arief merincikan, total stok beras sebanyak 1.631 ton tersebut terbagi dan tersimpan rapat di tiga Kompleks Pergudangan Bulog (GBB) meliputi Melayu Kota Piring I, Kota Tanjungpinang dengan total 1.071.879 kilogram atau 1.071 ton.
‎
‎Kemudian GBB Sungai Besar di Kabupaten Lingga sebanyak 300.471 kilogram atau 300 ton, dan GBB Siantan di Kabupaten Kepulauan Anambas sebanyak 259.015 kilogram atau 259 ton.
‎
‎Selain komoditas beras, GBB Melayu Kota Piring I Tanjungpinang juga menyiagakan pasokan komoditas minyak goreng (Migor) sebanyak 168.254 liter untuk menjaga keterjangkauan harga dan stabilitas pasokan di pasaran.
‎
‎”Perum Bulog berkomitmen untuk terus melanjutkan penyerapan beras hingga akhir tahun 2026 melalui penguatan operasional di lapangan serta sinergi erat lintas sektor,” tutupnya. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *