Sidak Senyap KSOP Karimun, Petugas Pantau Manifest Penumpang di 27 Rute Kapal Antarpulau

Sidak Senyap KSOP Karimun, Petugas Pantau Manifest Penumpang di 27 Rute Kapal Antarpulau.
Sidak Senyap KSOP Karimun, Petugas Pantau Manifest Penumpang di 27 Rute Kapal Antarpulau. Foto: ist.

GOTVNEWS, Karimun – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun memperketat pengawasan keselamatan pelayaran dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap manifest penumpang kapal antarpulau, Sabtu (10/10/2026).

Tak sekadar memeriksa dokumen di pelabuhan, petugas KSOP bahkan melakukan pemantauan secara diam-diam dengan mengenakan pakaian bebas untuk memastikan jumlah penumpang di atas kapal sesuai dengan data manifest.

Sidak yang berlangsung selama tiga hari tersebut menyasar 27 rute keberangkatan secara acak di wilayah Kabupaten Karimun.

Sebanyak 27 petugas KSOP diterjunkan langsung untuk memeriksa kapal-kapal yang tengah beroperasi, termasuk memastikan kesesuaian jumlah penumpang dengan kapasitas kapal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Muhamad Syaiful, mengatakan sidak tersebut merupakan tindak lanjut instruksi pimpinan untuk memperketat pengawasan manifest penumpang kapal antarpulau.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kepatuhan operator, nakhoda, dan ABK terhadap kesesuaian jumlah penumpang yang tercatat dalam manifest dengan kapasitas kapal serta kondisi sebenarnya saat keberangkatan,” ujar Syaiful.

Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada jumlah penumpang saat kapal bertolak dari pelabuhan keberangkatan. Petugas juga memantau pencatatan penumpang yang naik dan turun di setiap dermaga persinggahan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan data manifest tetap akurat selama perjalanan, terutama pada kapal-kapal yang melayani rute antarpulau dengan sejumlah titik pemberhentian.

Untuk mendapatkan gambaran kondisi sebenarnya di lapangan, petugas melakukan pengawasan secara tertutup atau undercover dengan mengenakan pakaian bebas tanpa seragam dinas.

Metode tersebut dilakukan agar pemeriksaan tidak diketahui terlebih dahulu oleh agen maupun awak kapal, sehingga petugas dapat mencocokkan data manifest dengan jumlah penumpang yang sebenarnya.

Selain melakukan pemeriksaan, petugas KSOP juga memberikan edukasi kepada kru kapal mengenai pentingnya memperbarui data penumpang secara tepat waktu.

Operator, nakhoda, dan anak buah kapal (ABK) diingatkan agar disiplin mencatat setiap perubahan jumlah penumpang, termasuk mereka yang naik dan turun di dermaga persinggahan.

Salah satu armada yang menjadi sasaran pemantauan adalah SB Satria 18. Berdasarkan data manifest resmi, kapal tersebut tercatat mengangkut 34 penumpang dewasa dan tujuh anak-anak.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan jumlah penumpang yang tercatat dalam dokumen sesuai dengan kondisi fisik di atas kapal.

Dari hasil evaluasi dan rekapitulasi pemeriksaan terhadap puluhan rute keberangkatan, petugas tidak menemukan pelanggaran kapasitas penumpang atau overload.

Pemeriksaan tersebut mencakup sejumlah rute pelayaran dari Karimun menuju Selat Beliah, Buru, Durai, Moro, hingga Tanjungbatu.

Seluruh kapal yang dipantau dinyatakan mengangkut penumpang sesuai jumlah yang tercantum dalam manifest. Data administrasi yang diperiksa juga sesuai dengan jumlah penumpang di lapangan.

Meski tidak menemukan pelanggaran kapasitas, KSOP Karimun tetap menekankan pentingnya pengawasan secara konsisten untuk menjaga keselamatan pelayaran.

Syaiful mengapresiasi operator, nakhoda, dan awak kapal yang telah bersikap kooperatif selama pelaksanaan sidak.

“Apresiasi kami berikan kepada operator, nakhoda, dan awak kapal. Kami berharap kepatuhan ini terus dipertahankan secara konsisten demi keselamatan seluruh penumpang di atas kapal,” tutupnya. (Yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *