GOTVNEWS, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) merancang penyusunan skema kelistrikan jangka pendek dan jangka panjang guna menjamin keandalan pasokan energi di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
โ
โUpaya tersebut difokuskan pada dorongan pembangunan pembangkit listrik mandiri di Pulau Bintan agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sistem interkoneksi utama Pulau Batam.
โ
โKepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri, M. Darwin, menegaskan bahwa usulan pembangunan pembangkit listrik sendiri untuk Pulau Bintan akan disampaikan secara resmi kepada Kementerian ESDM RI.
โ
โ”Pembangunan pembangkit listrik tersebut akan diajukan kepada Kementerian ESDM RI, hal ini dilakukan untuk menjamin keandalan dan kepastian sistem kelistrikan di Pulau Bintan,” tegas Darwin, Selasa (20/10/2026).
โ
โSembari mengawal usulan jangka panjang tersebut, Darwin membeberkan bahwa Pemprov Kepri bersama PT PLN telah menyiapkan skema solusi jangka pendek untuk mencegah terulangnya krisis pemadaman massal (blackout).
โ
โSalah satu langkah yang paling memungkinkan adalah menjajaki kerja sama penyaluran pasokan daya tambahan dari pembangkit listrik di kawasan Tanjung Sauh, Batam.
โ
โ”Total kebutuhan daya se-Pulau Bintan mencapai 105 Megawatt (MW), jika kita bisa mendapatkan pasokan hingga 150 MW dari Tanjung Sauh, maka kondisi kelistrikan kita sudah sangat aman,” ungkapnya.
โ
โDarwin turut menyinggung peluang kerja sama interkoneksi sebenarnya juga terbuka dengan pembangkit swasta milik PT BAI di Bintan, namun hal tersebut masih membutuhkan pertimbangan mendalam dari aspek teknis maupun kelengkapan administrasi.
โ
โ”Paling fleksibel nampaknya dari Tanjung Sauh, kalau opsi lain skalanya relatif kecil, seperti kawasan Lagoi yang sejauh ini bahkan masih membeli pasokan daya dari PLN,” tutupnya.
โ
โLangkah strategis kemandirian energi tersebut sebelumnya juga telah dibahas langsung oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, bersama Menteri ESDM RI.
โ
โUsulan pembangunan pembangkit listrik mandiri di Bintan dinilai krusial agar jika terjadi gangguan teknis di satu wilayah, dampaknya tidak merembet melumpuhkan dua pulau sekaligus serta mempermudah proses pemulihan. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














