Wisata  

Pesona Mangrove Pering, Wisata Daya Tarik Kepri di Natuna

Pesona Mangrove Pering, Wisata Daya Tarik Kepri di Natuna
Pesona Mangrove Pering, Wisata Daya Tarik Kepri di Natuna. Foto: Instagram/@pariwisata_natuna.

GOTVNEWS, Natuna – Objek wisata Mangrove Pering Kabupaten Natuna masuk dalam daftar Kawasan Stategis Pariwisata dan Daya Tarik Wisata Provinsi Kepri.

Wisata Mangrove Pering yang terletak di Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Mangrove dikawasan ini merupakan objek wisata mangrove terluas di Provinsi Kepri dan baru diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna pada Jumat, 11 Maret 2022 lalu.

Untuk bisa sampai ke tempat ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda maupun roda empat dari pusat kota Ranai dengan jarak tempuh sekitar 15 menit.

Wisata mangrove ini memiliki pelantar sepanjang 1.015 meter dengan lebar dua meter yang membentuk huruf Y atau bercabang tiga. Pengunjung yang datang dapat menyaksikan langsung keindahan alam mangrove yang masih asri.

Selain itu, dengan pelantar yang cukup panjang, pengujung juga dapat menjelajahi hutan Mangrove ini dengan latar pemandangan Gunung Ranai yang memukau.

Tempat ini juga cocok untuk menikmati sunset atau matahari terbenam, dengan langit berwana jingga pengunjung juga bisa mengabadikan keindahan alam tempat ini dengan kamera, karena disetiap sudut mangrove memiliki spot foto yang estetik.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Raja Hery Mokhrizal menyampaikan, wisata ini merupakan destinasi berbasis eko mangrove.

โ€œMangrove Pering ini juga terbilang unik, karena ada pelantar kayu yang berbelok dengan panjang hampir 1 Km. Itulah kenapa tempat wisata ini disebut sebagai wisata mangrove terluas di Kepri,โ€ katanya.

Hery menyebut, kini wisata ini telah ditetapkan oleh Gubernur Kepri sebagai salah satu daya tarik wisata Provinsi Kepri di Kabupaten Natuna.

โ€œPenetapan itu tertuang dalam SK Gubernur Kepri Nomor 1263 tahun 2022,โ€ pungkasnya.

Diketahui wisata Mangrove Pering ini dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pariwisata yang dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna dengan anggaran Rp 2,2 miliar, termasuk pembukaan jalan dan pembuatan pelantar.(San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *