ABK Kapal Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Kamar Kosan di Karimun

ABK Tewas di Kamar Kos

ABK Kapal Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Kamar Kosan di Karimun.
ABK Kapal Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Kamar Kosan di Karimun. Foto: Gotvnews/yh.

GOTVNEWS, Karimun – Warga RT 004/RW 003 Kelurahan Sungai Lakam Timur, Kecamatan Karimun, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di sebuah kamar kos, Jumat (23/1/2026) sore.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenakan pakaian lengkap dan sudah membusuk di kamar kos nomor 12 sekira pukul 17.25 WIB.

Korban diketahui berinisial SD (41), seorang nelayan atau anak buah kapal (ABK) kapal rawai asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Tetangga kamar kos korban, Asep, salah mengaku mencium aroma tak sedap sejak Kamis malam. Awalnya, ia menduga bau tersebut berasal dari bangkai hewan.

“Sejak semalam sudah tercium bau menyengat. Kami kira bangkai tikus. Karena curiga, kami intip dari jendela kamar yang terbuka, ternyata korban sudah meninggal dunia,” ujar Asep.

Menurut keterangan warga, korban merupakan penghuni baru rumah kos tersebut dan belum genap sebulan menempati kamar. SD diketahui tinggal seorang diri dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

“Orangnya pendiam, tinggal sendiri. Terakhir kali ketemu hanya sempat saling menyapa, sekitar tiga hari lalu,” tambahnya.

Mendapat laporan dari warga, petugas Polsek Balai Karimun langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat ditemukan, posisi jenazah dalam keadaan telungkup. Polisi juga menemukan sejumlah obat-obatan di dalam kamar korban.

Kapolsek Balai Karimun, AKP Andri Yusri, mengatakan, berdasarkan kondisi fisik jenazah, korban diperkirakan telah meninggal dunia dua hingga tiga hari sebelum ditemukan.

“Penyebab kematian masih kami selidiki. Di kamar korban ditemukan beberapa obat-obatan, namun untuk memastikan penyebab kematian kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis,” ujar AKP Andri Yusri.

Penemuan jasad tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar yang memadati lokasi. Polisi kemudian mengevakuasi jenazah ke RSUD Muhammad Sani Karimun untuk dilakukan visum et repertum.

“Hingga saat ini kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian,” tutupnya. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *