GOTVNEWS, Tanjungpinang – Beragam peristiwa terjadi dalam sepekan terakhir. Berikut GOTVNEWS merangkum berita-berita yang terjadi dalam minggu ini.
Seorang warga negara Malaysia berinisial MK (25) ditangkap di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Selasa (7/10).
Ia nekat menyembunyikan sabu seberat 496 gram di area kemaluannya untuk mengelabui petugas.
Kepala Bea dan Cukai Tanjungpinang, Joko Pri Sukmono, mengatakan pengungkapan berawal dari kecurigaan petugas saat pemeriksaan X-ray.
Pelaku yang berencana terbang ke Jakarta kini terancam hukuman seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara serta denda hingga Rp10 miliar.
Lurah Tanjung Uban Utara, inisial BM, resmi mengundurkan diri setelah kasus sering bolos kerja viral di media sosial.
Kepala Inspektorat Bintan, Irma Annisa, membenarkan laporan warga yang masuk melalui SP4N Lapor.
Setelah dilakukan pemeriksaan, BM menyampaikan surat pengunduran diri dan kini dalam proses administrasi menjadi staf biasa.
BM juga mengakui kesalahannya karena tidak melampirkan surat cuti resmi saat tidak masuk kerja.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memastikan program SPP gratis untuk SMA, SMK, dan SLB negeri akan tetap berjalan di tahun 2026.
Kadisdik Kepri, Andi Agung, menyebut anggaran Rp50 miliar disiapkan melalui APBD. Program ini bertujuan menjaga pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Kepri, meski belum mencakup sekolah swasta.
Kawasan industri di Desa Pangke Barat, Karimun, kini menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Selain menciptakan lapangan kerja, sejumlah perusahaan menjalankan program CSR seperti kursus Bahasa Inggris gratis bagi anak-anak sekitar.
Kepala Desa Pangke, Junaidi, menyebut dukungan perusahaan sangat aktif dan berdampak luas hingga sektor UMKM, transportasi, dan pendidikan.
Warga pun merasakan peningkatan pendapatan dan perputaran ekonomi yang signifikan.
Setelah gagal meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, PSSI resmi mengakhiri kontrak Patrick Kluivert secara mutual pada Kamis (16/10).
Kluivert yang baru sepuluh bulan melatih Timnas kehilangan dukungan publik usai insiden tak menyapa suporter.
Kini PSSI tengah mencari pelatih baru untuk menghadapi FIFA Matchday November, Piala AFF 2026, dan Piala Asia 2027.(tim)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













