BPOM RI Perketat Pengawasan Apotek dan PBF Cegah Kebocoran Obat, Pelaku Distribusi Obat Ilegal Akan Diberi Sanksi Tegas

BPOM RI Perketat Pengawasan Apotek dan PBF Cegah Kebocoran Obat, Pelaku Distribusi Obat Ilegal Akan Diberi Sanksi tegas.
BPOM RI Perketat Pengawasan Apotek dan PBF Cegah Kebocoran Obat, Pelaku Distribusi Obat Ilegal Akan Diberi Sanksi tegas. Foto: Gotvnews/Ald.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memusatkan gerakan aksi nasional melawan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) di Provinsi Kepri karena dinilai rawan penyelundupan jalur laut.

Langkah ini diambil menyusul masifnya peredaran gelap 12 jenis obat berbahaya berkedok medis di tanah air, dengan bertempat di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (25/5/2026) malam.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengungkapkan efek kerusakan dari komoditas ilegal tersebut sama dahsyatnya dengan narkotika, atensi ketat ini diarahkan pada jenis OOT berisiko tinggi, termasuk tren baru gas ketawa (nitrous oxide).

“Ada obat bukan narkotik tapi efeknya sama dengan narkotik. Dalam waktu tertentu, gas ketawa bisa menyebabkan degenerasi sistem saraf,” Ucapnya usai acara.

Taruna membeberkan, total sitaan obat ilegal tersebut telah mencapai 6 miliar kapsul di sejumlah wilayah, dengan pasokan bahan baku ratusan ton yang diduga kuat diselundupkan oleh jaringan mafia internasional asal India dan Tiongkok melalui jalur laut tidak resmi.

โ€œPasokan baku ini melalui jaringan mafia India dan Tiongkok. Kami sudah lapor Presiden, beliau memerintahkan Pertahanan dan TNI mendepak ini,โ€ tegasnya.

Selain memperketat jalur tikus, BPOM memastikan pengawasan ketat tetap berlaku di jalur formal seperti apotek dan Pedagang Besar Farmasi (PBF). Sanksi berat disiapkan bagi oknum yang nekat membocorkan distribusi.

โ€œSanksi tegas akan kita berlakukan hingga pencabutan izin usaha permanen,โ€ ucap Taruna.

SOT: TARUNA IKRAR – KEPALA BPOM RI

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyambut baik gerakan nasional ini demi memberikan proteksi masa depan daerah.

Dirinya turut meminta semua pihak, termasuk media massa, ikut mengedukasi warga agar generasi muda tidak rusak.

“Kita harus manage ini dengan baik, kalau tidak bonus demografi akan berubah menjadi demografis disaster,” Singkatnya. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *