Hari ke-5, Pencarian 4 ABK KM Putra Buluh di Pulau Pengikik Masih Nihil

Hari ke-5, Pencarian 4 ABK KM Putra Buluh di Pulau Pengikik Masih Nihil.
Hari ke-5, Pencarian 4 ABK KM Putra Buluh di Pulau Pengikik Masih Nihil. Foto: SAR Tanjungpinang.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Pencarian empat Anak Buah Kapal (ABK) KM Putra Buluh yang ditabrak kapal kargo di perairan Pulau Pengikik, memasuki hari kelima, Jumat (14/8/2026). Namun, hingga pukul 18.00 WIB, Tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keempat ABK.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan dalam operasi pencarian tim melakukan koordinasi dan pemapelan kepada sejumlah unsur potensi SAR, serta kapal-kapal yang melintass jalur pelayaran di sekitar perairan Pulau Pengikik.

Koordinasi juga dilakukan dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak serta Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna.

“Perkembangan operasi pencarian ABK KM Putra Buluh yang ditabrak kapal kargo di Perairan Pengikik Tambelan, Bintan. Kapal RB 214, BKO dari Kantor SAR Pontianak, juga telah melakukan penyisiran di area Perairan Pulau Pengikik. Namun, hingga kini empat orang tersebut belum berhasil ditemukan,” sebutnya, Jumat (14/8/2026).

Fazzli menyampaikan, upaya lain yang dilakukan yakni pemapelan diarahkan kepada kapal-kapal yang melintasi perairan Kalimantan Barat dan wilayah perairan Natuna-Anambas.

“Tim SAR juga menyebarkan informasi kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar Perairan Pulau Pengikik. Langkah tersebut dilakukan karena wilayah tersebut merupakan salah satu jalur pelayaran kapal dari Laut Cina Selatan maupun Selat Singapura,” ucapnya.

Hingga batas Waktu operasi pukul 18.00 WIB, hasil pencarian dan koordinasi masih nihil. Tim SAR melanjutkan operasi pencarian hari keenam pada Sabtu (16/8/2026), mulai pukul 07.00 WIB.

Pencarian akan kembali melibatkan unsur SAR dan potensi SAR dengan memperluas koordinasi di sejumlah jalur pelayaran yang di perkirakan dilalui kapal. (Zpl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *