Karimun Ungguli Batam dan Nasional, Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6,14 Persen di Awal 2026

Karimun Ungguli Batam dan Nasional, Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6,14 Persen di Awal 2026. Foto: Gotvnews/yh.

GOTVNEWS, KARIMUN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun mencatat pertumbuhan ekonomi Karimun pada triwulan I 2026 mencapai 6,14 persen. Capaian itu berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen maupun Kota Batam yang tercatat 5,78 persen.

Kenaikan tersebut menjadi kabar positif bagi perekonomian Karimun setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya hanya mampu tumbuh 3,67 persen. Pemerintah Kabupaten Karimun optimistis tren positif ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun. Selasa (9/6/2026).

Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengaku bersyukur atas capaian tersebut dan menilai hasil itu menjadi indikator bahwa kondisi perekonomian daerah mulai bergerak ke arah yang lebih baik.

“Kami baru mendapatkan data dari Kepala BPS Karimun terkait pertumbuhan ekonomi Triwulan I. Tentu dengan angka 6,14 persen kami sangat bersyukur. Data ini menjadi bahan evaluasi kondisi perekonomian Karimun dan menurut kami hasilnya cukup baik karena berada di atas angka nasional,” ujar Iskandarsyah.

Menurutnya, capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah cepat berpuas diri. Sebaliknya, hasil itu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi agar sejalan dengan target pemerintah pusat.

“Data ini mendorong Pemkab Karimun untuk bekerja lebih keras lagi agar mampu memberikan kontribusi sesuai target Bapak Presiden yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai delapan persen pada tahun 2029,” katanya.

Iskandarsyah juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Karimun untuk bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang belum sepenuhnya stabil.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Karimun dan para pelaku usaha untuk bersama-sama mendorong perekonomian daerah meskipun kita menghadapi tantangan ekonomi dunia yang belum stabil, ditambah APBD Karimun yang masih terbatas karena penyelesaian utang tahun 2023 dan 2024 serta pengurangan dana transfer dari pusat,” ujarnya.

Sementara, Kepala BPS Kabupaten Karimun, Lulus Haryono, menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi pada awal tahun ini didorong oleh meningkatnya aktivitas di sejumlah sektor usaha strategis.

Menurutnya, sektor pertambangan dan penggalian menjadi kontributor terbesar dengan pertumbuhan mencapai 22,67 persen.

“Pertumbuhan yang kita capai saat ini didorong oleh berbagai lapangan usaha yang mencatatkan kinerja positif. Sektor-sektor tersebut menjadi penggerak utama yang membuat perekonomian Karimun semakin kuat,” kata Lulus.

Selain pertambangan, sektor akomodasi serta penyediaan makan dan minum juga tumbuh tinggi sebesar 13,33 persen, menandakan meningkatnya aktivitas pariwisata dan kunjungan tamu ke Karimun.

Sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi kendaraan bermotor, ikut tumbuh 13,23 persen, sementara sektor real estat meningkat 12,89 persen.

Industri pengolahan juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 11,09 persen, disusul sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 10,59 persen, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang tumbuh 9,30 persen.

Kemudian, sektor informasi dan komunikasi mencatat pertumbuhan 6,06 persen. Di sisi lain, masih terdapat beberapa sektor yang pertumbuhannya relatif rendah, seperti pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 0,55 persen, konstruksi 0,93 persen, serta pengelolaan lingkungan 0,75 persen.

Adapun sektor jasa keuangan dan asuransi mengalami kontraksi sebesar 0,29 persen, sedangkan jasa perusahaan hanya tumbuh 0,05 persen.

Jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain di Provinsi Kepulauan Riau, pertumbuhan ekonomi Karimun menempati posisi empat besar.

Kabupaten Anambas mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 18,80 persen, disusul Natuna 15,37 persen, Bintan 6,34 persen, Karimun 6,14 persen, Batam 5,78 persen, Tanjungpinang 5,23 persen, dan Lingga 4,84 persen.

Lulus Haryono menilai capaian tersebut tidak lepas dari semakin membaiknya iklim usaha di Karimun, termasuk berkembangnya sektor industri dan UMKM yang menjadi penopang ekonomi daerah.

“Kami melihat perhatian pemerintah terhadap pengembangan UMKM dan sektor industri mulai menunjukkan hasil yang positif. Momentum ini harus terus dijaga agar pertumbuhan ekonomi Karimun semakin kuat pada triwulan-triwulan berikutnya,” tutupnya. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *