Kasus ISPA di Karimun Bertambah 9, Total Capai 30 Kasus hingga 13 Oktober 2026

Kasus ISPA di Karimun Bertambah 9, Total Capai 30 Kasus hingga 13 Oktober 2026.
Kasus ISPA di Karimun Bertambah 9, Total Capai 30 Kasus hingga 13 Oktober 2026. Foto: Istimewa.

GOTVNEWS, Karimun – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Karimun mengalami penambahan di tengah kondisi kabut asap yang melanda wilayah tersebut.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun mencatat, kasus ISPA yang sebelumnya berjumlah 21 kasus pada pekan pertama Oktober 2026, kini bertambah sembilan kasus menjadi 30 kasus per Selasa 13 Oktober 2026.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kabut asap yang menyelimuti wilayah Karimun berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Soerjadi, mengatakan, kondisi kabut asap saat ini telah masuk kategori tidak sehat dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Ada 30 kasus yang tercatat per 13 Oktober 2026. Besok kita update lagi perkembangannya,” kata Soerjadi.

Sementara itu, sepanjang September 2026, Dinkes Karimun mencatat sebanyak 249 kasus ISPA. Meski demikian, penambahan kasus pada Oktober ini tetap perlu diwaspadai, terutama jika kondisi kualitas udara belum membaik.

Soerjadi menjelaskan, anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih karena lebih sensitif terhadap paparan kabut asap.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, masyarakat, khususnya kelompok rentan, diimbau membatasi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih berlangsung.

Apabila terpaksa beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel polusi udara.

“Selalu menggunakan masker dan kurangi tempat-tempat yang kabut asapnya tebal,” ujarnya.

Dinkes Karimun akan terus memantau perkembangan kasus ISPA seiring kondisi kualitas udara di wilayah tersebut.

Masyarakat diharapkan tetap waspada dan menerapkan langkah pencegahan, terutama dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap menebal.

“Jika mengalami keluhan pernapasan, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” tutupnya. (Yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *