Ketiduran Hingga Malam Hari, Dua Remaja Tersesat di Gunung Jantan Karimun

Ketiduran hingga Malam Hari, Dua Remaja Tersesat di Gunung Jantan Karimun.
Ketiduran hingga Malam Hari, Dua Remaja Tersesat di Gunung Jantan Karimun. Foto: Freepik.

GOTVNEWS, Karimun – Niat menikmati pemandangan dari puncak Gunung Jantan berujung kepanikan bagi dua remaja di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Keduanya dilaporkan tersesat setelah tertidur saat melakukan pendakian dan baru terbangun ketika malam telah tiba, Kamis (9/7/2026).

Akibat kondisi gelap gulita dan minim penerangan, kedua remaja tersebut tidak berani melanjutkan perjalanan turun. Mereka berinisial MR (15) dan MRA (16), warga Baran II, Kecamatan Meral. Kedua remaja itu mulai mendaki Gunung Jantan pada siang hari.

Namun di tengah perjalanan, mereka memilih beristirahat karena kelelahan. Tanpa disadari, keduanya justru tertidur cukup lama hingga malam hari hingga kehilangan orientasi arah untuk kembali turun ke kaki gunung.

Dalam kondisi panik, keduanya kemudian menghubungi layanan darurat Call Center 110 Polres Karimun untuk meminta bantuan. Laporan tersebut langsung diteruskan ke Polsek Tebing untuk ditindaklanjuti.

“Benar, kami menerima laporan ada dua anak laki-laki berusia 15 dan 16 tahun yang mendaki Gunung Jantan sejak siang. Mereka tertidur dan baru terbangun saat malam hari sehingga tidak bisa menemukan jalan turun,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tebing, Ipda Om Kennedi.

Mendapat laporan tersebut, personel kepolisian bersama warga Desa Pongkar segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

Tim gabungan menyisir jalur pendakian dan area hutan di sekitar Gunung Jantan guna menemukan posisi kedua remaja tersebut. Proses pencarian berlangsung di tengah kondisi medan yang cukup menantang dan minim pencahayaan.

Petugas terus berupaya menjangkau lokasi keberadaan keduanya agar dapat segera dievakuasi dengan selamat. Hingga proses pencarian berlangsung, pihak kepolisian memastikan koordinasi dengan warga dan relawan terus dilakukan untuk mempercepat evakuasi. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *