GOTVNEWS, Karimun – Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih waspada terhadap keberadaan komunitas ekstrem di media sosial yang berpotensi memberikan pengaruh negatif kepada anak-anak.
Terdapat salah satu komunitas yang perlu diwaspadai adalah True Crime Community (TCC) yang kerap menampilkan konten berisi aksi kejahatan nyata di ruang digital.
Paparan konten kekerasan yang terus-menerus dapat memengaruhi kondisi psikologis anak, terutama mereka yang aktif mengakses media sosial tanpa pengawasan.
“Komunitas media sosial jenis ini memperlihatkan kejahatan nyata. Lama-kelamaan memberikan pengaruh kepada anak yang menonton atau mengikuti konten tersebut,” kata AKBP Yunita.
Menurutnya, anak-anak yang minim perhatian dan pendampingan dari keluarga menjadi kelompok yang paling rentan terpengaruh oleh konten-konten ekstrem tersebut.
Karena itu, ia mengajak orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak sekaligus memberikan pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara bijak.
Selain keluarga, pihak sekolah juga diharapkan ikut berperan memberikan edukasi dan literasi digital kepada para pelajar agar mampu menyaring informasi yang mereka konsumsi di dunia maya.
“Jika kegiatan digital anak tidak dibatasi, maka anak mudah terpengaruh. Apalagi jika tidak ada pengawasan orang tua sama sekali,” ujarnya.
Menurutnya, pembatasan penggunaan media sosial bukan berarti menghalangi kreativitas anak, melainkan sebagai bentuk perlindungan agar mereka tidak terpapar konten yang mengandung unsur kekerasan maupun radikalisme.
Sebagai langkah pencegahan, Polres Karimun terus menggelar sosialisasi ke sekolah-sekolah dan komunitas orang tua mengenai pentingnya pengawasan terhadap aktivitas digital anak.
“Kami meminta kepada orangtua, keluarga dan sekolah dapat bekerja sama membangun lingkungan digital yang lebih aman sehingga anak-anak terhindar dari pengaruh negatif konten ekstrem di media sosial,” tutupnya. (yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













