GOTVNEWS, KARIMUN – Kunjungan kerja sekaligus reses anggota Komisi X DPR RI di Kabupaten Karimun menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
Wilayah perbatasan dinilai membutuhkan perhatian lebih dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
Ketua Komisi X DPR RI, Esti Wijayati, menegaskan posisi strategis Karimun sebagai daerah perbatasan menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar.
“Secara geografis, Karimun berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Selain itu, terdapat 251 pulau, dengan 57 di antaranya berpenghuni. Artinya, setiap pulau harus mendapatkan perhatian yang sama dalam program pendidikan,” ujar Esti.
Ia mengakui secara umum kualitas pendidikan di Karimun sudah berada di atas rata-rata nasional. Namun, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
“Salah satunya masih ada sekolah yang menerapkan tiga shift. Ini tentu menjadi beban bagi para guru yang harus mengajar dari pagi hingga sore. Hal ini menjadi perhatian kami dan harus ada tindak lanjut,” tegasnya.
Esti juga menyoroti rendahnya capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa SMA secara nasional. Meski kewenangan SMA berada di tingkat provinsi, ia menilai kondisi tersebut tetap menjadi perhatian bersama.
“Tidak bisa dipungkiri, secara nasional kemampuan akademik siswa SMA kita masih rendah. Ini harus menjadi evaluasi bersama,” katanya.
Selain itu, persoalan distribusi tenaga pendidik juga menjadi sorotan. Banyak guru swasta yang lulus PPPK beralih mengajar di sekolah negeri, namun belum diimbangi dengan rekrutmen yang seimbang terhadap guru yang pensiun.
“Hasil reses ini akan menjadi masukan penting bagi kebijakan tahun depan, termasuk dalam penyusunan rancangan undang-undang. Termasuk juga perlindungan terhadap guru yang telah diatur dalam sistem pendidikan nasional,” tambahnya.
Sementara, Bupati Karimun, Iskandarsyah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi X DPR RI dan berharap perhatian pusat dapat memperkuat sektor pendidikan di Karimun.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini. Fokus kami memang pada penguatan sektor pendidikan, terutama sebagai daerah perbatasan,” ujar Iskandarsyah.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama agar masyarakat Karimun mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami percaya, daerah perbatasan harus memiliki SDM yang unggul agar mampu bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” tutupnya. (yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














