GOTVNEWS, Karimun – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Sungai Lakam Barat, Kabupaten Karimun yang seharusnya menjadi fasilitas keselamatan bagi pejalan kaki justru terbengkalai dan tidak lagi difungsikan sebagaimana mestinya.
Pantauan di lapangan, JPO tersebut jarang digunakan masyarakat dan berubah menjadi area kumuh, terlihat tumpukan sampah berserakan, mulai dari plastik, botol minuman, hingga sisa makanan.
Kondisi ini menciptakan kesan jorok dan tidak terawat, sekaligus mengurangi fungsi utama JPO sebagai sarana penyeberangan yang aman dan nyaman.
Lebih memprihatinkan, ditemukan sejumlah kaleng lem yang diduga kuat disalahgunakan oleh anak-anak dan remaja untuk aktivitas menghirup lem atau ngelem.
Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran serius akan potensi penyalahgunaan fasilitas umum sebagai ruang perilaku menyimpang yang membahayakan kesehatan dan masa depan generasi muda.
“Jarang dipakai. Orang-orang lebih pilih nyebrang di bawah karena JPO-nya tangganya terlalu tinggi dan kotor. Kadang ada anak-anak nongkrong di atas,” ujar Rudi, warga sekitar yang ditemui.
Hal senada disampaikan Siti, pedagang yang sehari-hari berjualan tak jauh dari lokasi. Ia mengaku sering melihat anak-anak naik ke JPO hanya untuk duduk-duduk, bahkan diduga melakukan aktivitas ngelem.
“Beberapa kali saya lihat ada kaleng lem. Anak-anak naik ke atas, bukan buat nyebrang tapi nongkrong,” ujar Siti.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan penertiban serta pengawasan rutin agar kembali difungsikan sebagai fasilitas keselamatan, bukan justru menjadi ruang rawan penyalahgunaan dan masalah sosial. (yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













