Pemberdayaan Penjahit dan Konveksi di Tanjungpinang

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Konsistensi pemberdayaan di sektor UMKM merupakan langkah krusial yang harus dilakukan dalam menghadapi tantangan dan mengembangkan ekosistem bisnis. Di Kota Tanjungpinang Pemberdayaan UMKM terutama dibidang jahit dan Konveksi gencar dilakukan, bahkan berdampak positif bagi masyarakat.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM merupakan sebuah usaha yang dijalankan oleh individu, rumah tangga, maupun badan usaha yang lingkupnya lebih kecil.

UMKM juga memiliki peran penting sebagai penggerak roda perekonomian nasional, yakni ikut serta membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan, serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Tanjungpinang sendiri kegiatan UMKM terlihat berkembang cukup pesat, hal ini dapat dilihat dari salah satu usaha yang banyak digemari dan cukup populer di kalangan masyarakat, yaitu adalah usaha menjahit atau konveksi.

Alasan usaha menjahit atau konveksi ini cukup banyak diminati adalah karena skillnya yang mudah dipelajari.

Selain itu, modal awal untuk membuka usaha ini juga cukup terjangkau, dan keuntungan yang didapatkan pun cukup besar.

Peluang usaha satu ini juga dapat dikatakan sangat menjanjikan, apalagi di era modern seperti sekarang dimana permintaan untuk membuat baju cukup tinggi. Bahkan menjelang hari-hari besar, permintaan dapat meningkat dua hinga tiga kali lipat.

Dalam mendukung perkembangan UMKM, pemerintah Kota Tanjungpinang baru-baru ini telah memberikan bantuan berupa 150 mesin jahit, dan 50 mesin jahit obras untuk pelaku usaha.

Selain itu, Pemerintah Kota Tanjungpinang juga turut menggelar pelatihan menjahit dasar yang diikuti sebanyak 30 peserta.
Dimana, para peserta diajarkan cara membuat rok lipat, mengukur badan, membuat pola jahitan, menggunting kain, hingga diperkenalkan mesin industri.

Hal ini bertujuan agar masyarakat lebih berdaya dalam mencari pendapatan melalui sektor UMKM.

Bantuan alat produksi mesin jahit dan pelatihan yang disalurkan oleh pemerintah Kota Tanjungpinang ini telah memberikan dampak positif bagi para penjahit yang mengaku produksinya meningkat hingga 20 persen serta mampu menambah jumlah pekerja.(Frh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *