GOTVNEWS, Bintan – Penjualan hewan qurban lebaran Idul Adha tahun 2026 ini alami penurunan dari tahun lalu, peternak hewan qurban di Bintan tidak berani mengambil stok sapi atau kambing berlebih.
Penjual hewan kurban di Kampung Sungai Jeram, Ayu mengatakan, tahun ini hanya ada sekitar 50 ekor sapi yang dijual pejual sapi di kampungnya, atau turun dari 100 ekor sapi pada tahun lalu.
“Mungkin banyak yang tak jual lagi karena tahun kemarin banyak tidak laku,” katanya, Selasa (26/5/2026).
Meski begitu, ia mengatakan, 10 ekor sapi yang dijualnya sudah laku.
“Alhamdulillah sudah laku semua, tinggal diantar saja,” katanya.
Sementara itu peternak sapi di Kampung Sei Jeram, Desa Lancang Kuning, Sokiman mengatakan, 9 ekor sapi yang dijual didatangkan dari Lampung.
“Alhamdulillah sudah laku semua,” kata Sokiman.
Ia mengatakan, harga tertinggi mencapai sekitar Rp 24 juta per ekor atau naik sekitar Rp 500 ribu per ekor dibanding tahun lalu.
“Rata-rata pembeli minta diantar pagi setelah salat Id, tapi ada juga yang minta sehari sebelumnya atau sehari setelahnya,” tutupnya.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, data per 21 Mei 2026, mencatat ada sekitar 1.702 ekor hewan kurban yang tersedia.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, Panca Azdigoena menyebut, stok hewan kurban mencapai 1.702 ekor terdiri dari 1.025 ekor sapi dan 677 ekor kambing.
Ia mengatakan, sebagian besar hewan kurban sudah dilakukan pemeriksaan.
“Hasilnya, belum ada ditemukan penyakit,” jelasnya.
Ia menegaskan, setiap hewan kurban yang akan dijual ke luar daerah wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dokter hewan berwenang.
“Penjual dan konsumen agar memperhatikan sapi yang dijual atau dibeli dilengkapi SKKH,” tutupnta.(Mhd)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














