GOTVNEWS, Bintan – Museum Bahari Bintan menghadirkan inovasi edukatif bagi pengunjung melalui program pembagian buku gratis yang mulai dapat dinikmati sejak 27 April 2026.
Program yang sebelumnya diumumkan melalui media sosial ini memungkinkan pengunjung tidak hanya melihat koleksi sejarah maritim, tetapi juga membawa pulang buku kajian budaya berjudul Perahu Lancang Kuning dalam Perspektif Sejarah Budaya.
Pendamping museum, Abdullah, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkenalkan budaya Melayu, khususnya di wilayah Kabupaten Bintan dan Kepulauan Riau.
“Tujuannya agar masyarakat lebih mengenal budaya di Bintan dan Kepri secara umum,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, pembagian buku dilakukan sesuai ketersediaan stok dan anggaran daerah.
“Selama stok masih ada, buku akan terus dibagikan kepada pengunjung,” katanya.
Selain program tersebut, museum juga menampilkan beragam koleksi sejarah maritim, seperti miniatur kapal dan artefak budaya pesisir yang menggambarkan kehidupan masyarakat Melayu.
Salah satu pengunjung, Yofi, mengaku puas dengan pengalaman berkunjung, mulai dari suasana yang nyaman, bersih, hingga pelayanan petugas yang ramah.
“Miniaturnya menarik, kita bisa melihat bentuk benda secara utuh dalam ukuran kecil,” ujarnya.
Menurutnya, program buku gratis menjadi nilai tambah yang mendorong minat baca sekaligus memperluas wawasan tentang kebudayaan lokal.
Melalui program ini, Museum Bahari Bintan diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga berkembang sebagai ruang edukasi yang mampu menarik minat masyarakat untuk mengenal dan melestarikan budaya lokal. (Sj)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








