Wabup Karimun Serahkan Penghargaan Kearsipan untuk 16 OPD

Wabup Karimun Serahkan Penghargaan Kearsipan untuk 16 OPD.
Wabup Karimun Serahkan Penghargaan Kearsipan untuk 16 OPD. Foto; Pemkab Karimun.

GOTVNEWS, KARIMUN – Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun menggelar apel pagi yang diselaraskan dengan penyerahan penghargaan hasil audit Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2025, Senin (18/5/2026).

Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, menyampaikan apresiasi kepada Tim Pengawas Kearsipan Internal dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah mendukung pelaksanaan audit kearsipan.

Menurutnya, pengawasan kearsipan menjadi bagian penting dalam menilai kepatuhan terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan serta mendukung Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA).

“Saya ucapkan terima kasih kepada 34 OPD yang telah memberikan kerja sama yang baik selama kegiatan pengawasan kearsipan internal ini berjalan,” ujar Rocky Marciano Bawole.

Dari hasil audit yang dilakukan, sebanyak 16 OPD berhasil meraih penghargaan dengan kategori memuaskan hingga baik.

Rinciannya, dua OPD memperoleh nilai A atau predikat memuaskan, enam OPD meraih nilai BB dengan kategori sangat baik, dan delapan OPD mendapatkan nilai B atau kategori baik.

Rocky berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh OPD untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan arsip.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam sistem kearsipan agar pelayanan pemerintahan semakin efektif dan kolaboratif.

“Kearsipan merupakan salah satu komponen penting dalam penilaian reformasi birokrasi. Tata kelola arsip yang baik akan melahirkan SDM yang berkualitas dan mendukung pemerintahan yang profesional,” katanya.

Momentum penyerahan penghargaan tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55 tahun 2026.

Wakil Bupati, juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Karimun untuk menjadikan kearsipan sebagai bagian penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

“Mari kita jadikan kearsipan sebagai instrumen untuk memberdayakan masa depan menuju Indonesia Emas Tahun 2045,” tutupnya. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *