GOTVNEWS, Tanjungpinang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, mengimbau masyarakat di Tanjungpinang dan Bintan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan ekstrem disertai angin kencang dan petir sepanjang September 2025.
Kepala Stasiun Meteorologi RHF Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, menjelaskan hujan deras yang terjadi di awal bulan ini dipicu sejumlah faktor iklim dan atmosfer.
Salah satunya adalah aktivitas Dipole Mode di Samudera Hindia yang membuat suhu perairan barat Sumatera lebih hangat sehingga memicu pertumbuhan awan hujan.
“Ditambah lagi wilayah Kepri merupakan daerah belokan angin dan konvergensi massa udara, jadi awan hujan terbentuk lebih banyak,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).
BMKG memprediksi curah hujan pada September mencapai 300–400 milimeter per bulan, dengan puncaknya pada 10–11 September berupa hujan sedang hingga lebat. Setelah itu, hujan diperkirakan masih turun dengan intensitas ringan hingga sedang, namun tetap berpotensi disertai petir dan angin kencang.
“Masyarakat harus tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai kilat,” sambungnya.
Selain itu, masyarakat pesisir juga diminta mengantisipasi banjir rob pada 2–14 September di beberapa titik, termasuk Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Kota, Bukit Bestari, Bintan Utara, Teluk Sebong, dan Bintan Timur.
“Nelayan pun diingatkan berhati-hati terhadap gelombang meski relatif rendah, karena bisa berbahaya jika angin kencang mencapai lebih dari 15 knot,” ucapnya. (Ald)

















