GOTVNEWS, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang memastikan kondisi inflasi dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama TP2DD di Kantor Wali Kota, Senin (13/4).
โSelama Ramadan hingga Lebaran, tidak ada keluhan signifikan dari masyarakat. Kenaikan harga masih dalam batas wajar karena pasokan barang tetap terjaga,โ ujarnya.
Wawako Raja Ariza juga menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai, Kejaksaan, Polresta, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan atas sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Ia kemudian meminta Disdagin dan DPPP untuk terus memperkuat kerja sama dengan Forkopimda, Bulog, dan Bank Indonesia melalui pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar di lapangan.
โKita bersyukur, berkat sinergi dan pengawasan bersama, tidak terjadi penimbunan barang sehingga stabilitas harga di pasar tetap terjaga,โ tambahnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Tanjungpinang, pada Maret 2026 terjadi deflasi sebesar 0,37 persen secara bulanan (month-to-month).
Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Yulia Tri Mardani, menyampaikan deflasi ini terjadi di tengah inflasi nasional sebesar 0,41 persen dan inflasi Provinsi Kepulauan Riau sebesar 0,08 persen.
Secara kumulatif, inflasi Tanjungpinang tetap berada dalam kondisi terkendali dengan inflasi tahun kalender sebesar 0,54 persen dan inflasi tahunan mencapai 3,98 persen.
Penurunan harga pada Maret dipengaruhi oleh sejumlah komoditas, seperti cabai merah, angkutan udara, ikan segar, dan bawang merah. Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta sektor transportasi turut memberikan andil terhadap deflasi.
Di sisi lain, beberapa komoditas seperti beras, telur ayam ras, bensin, dan daging sapi masih memberikan tekanan terhadap inflasi.
Secara tahunan, inflasi Tanjungpinang sebesar 3,98 persen masih berada dalam rentang terkendali. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama, diikuti sektor perumahan dan energi.
Dari sisi regional, inflasi Tanjungpinang berada pada peringkat ke-16 dari 41 kabupaten/kota di Sumatera, serta peringkat ke-43 dari 150 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) secara nasional.
โKe depan, kami terus memantau perkembangan harga, khususnya komoditas pangan dan energi, agar stabilitas inflasi tetap terjaga,โ ujarnya. (*)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News











