98 Siswa Tanjungpinang Lolos Seleksi Sekolah Rakyat, SMA Masih Kekurangan 4 Siswa

98 Siswa Tanjungpinang Lolos Seleksi Sekolah Rakyat, SMA Masih Kekurangan 4 Siswa.
98 Siswa Tanjungpinang Lolos Seleksi Sekolah Rakyat, SMA Masih Kekurangan 4 Siswa. Foto: Gotvnews/Ald.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Sebanyak 98 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA dinyatakan lolos seleksi dan memenuhi syarat masuk Sekolah Rakyat di Kota Tanjungpinang. Program ini ditujukan khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan kuota untuk tahun ajaran 2025 hampir terpenuhi. Untuk jenjang SD terisi 25 siswa, SMP 25 siswa, dan SMA baru 21 siswa dari kuota 25 orang.

“Jadi begini, untuk identifikasinya ada lebih dari 100 siswa. Setelah diverifikasi, SD dan SMP tidak ada masalah. Tapi untuk SMA masih kurang 4 orang, karena sebelumnya ada yang mengundurkan diri dan ada yang tidak memenuhi syarat,” kata Lis, Senin (11/8/2025).

Lis menambahkan, Sekolah Rakyat merupakan program nasional dari Presiden yang harus mendapat dukungan penuh. Sekolah ini menjadi satu-satunya sekolah negeri di Tanjungpinang yang menerapkan sistem boarding school (sekolah berasrama) dengan fasilitas lengkap, khusus bagi masyarakat kurang mampu.

Meski program ini belum tersosialisasi secara luas, pendaftarannya sudah dibuka tahun ini. Lis mengimbau masyarakat yang masuk kategori keluarga kurang mampu agar segera mendaftar, mengingat masih banyak anak yang membutuhkan pendidikan layak.

“Sekolah ini benar-benar membina generasi muda yang dibina langsung oleh negara. Seluruh biayanya ditanggung pemerintah. Targetnya, di bulan September sekolah sudah mulai berjalan di SMPN 15, sambil menunggu renovasi asrama selesai,” sambungnya.

Berdasarkan data Pemkot, lebih dari 9 ribu anak di Tanjungpinang masuk dalam kategori yang menjadi perhatian pemerintah. Lis berharap program ini dimanfaatkan maksimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda.

“Seluruh biayanya ditanggung pemerintah. Karena untuk membentuk generasi yang baik yang dibina oleh negara,” tutupnya. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *