Mahasiswa UMRAH Dorong Pemanfaatan Kitosan di Kepri

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH Tanjungpinang meneliti zat kitosan yang terkandung pada limbah kulit udang, kerang dan kepiting.

Zat tersebut dikenal memiliki banyak manfaat untuk produk kecantikan dan obat-obatan, berikut liputannya.

Inilah tiga mahasiswa UMRAH Tanjungpinang, Nurfazira, Poppy dan Joni. Ketiganya tengah belajar di jurusan Teknologi Hasil Perikanan pada Fakultas ilmu kelautan dan perikanan (FIKP).

Dalam proses pembelajarannya, ketiga mahasiswa ini melihat adanya potensi pemanfaatan limbah perikanan, seperti kulit udang, kerang dan kepiting, yang seharusnya bisa menjadi peluang besar untuk masyarakat Kepri dalam meningkatkan produktivitas.

Limbah perikanan yang mengandung zat kitin tersebut, selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, khususnya diolah menjadi zat kitosan yang memiliki segudang manfaat.

“Kami mendorong agar limbah perikanan yang melimpah di Kepri bisa menjadi peluang yang besar, dalam hal ini dinas perikanan dan kelautan Kepri bisa merencanakan program yang mendukung hal ini, karena kitosan ini sebenarnya besar manfaatnya untuk kesehatan dan bidang lainnya,” jelas Fira.

Hal senada juga disampaikan oleh Dosen UMRAH Tanjungpinang, jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Taufik Hidayat.

“Pengolahan kitin dan kitosan ini sebenarnya cukup mudah, maka untuk mengembangkan pengolahan limbah tidak perlu dikelola perusahaan besar, namun bisa juga dikelola UMKM atau industri rumahan, saya pikir Pemda bisa mendorong ini, karena potensinya yang cukup besar,” jelas Taufik.

Kitosan saat ini telah dikembangkan oleh beberapa negara maju lainnya, seperti Tiongkok dan Jepang.

Dengan manfaat yang banyak, antara lain sebagai bahan dasar kosmetik, bahan dasar obat – obatan, bahan filtrasi air dan banyak lagi kegunaan lainnya, kitosan bisa menjadi peluang yang positif bagi Kepri yang notabene daerah kepulauan.(Drl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *