DKUKM Sebut 1.566 UMKM Kepri Telah Menikmati Manfaat Program Subsidi Margin

DKUKM Sebut 1.566 UMKM Kepri Telah Menikmati Manfaat Program Subsidi Margin.
DKUKM Sebut 1.566 UMKM Kepri Telah Menikmati Manfaat Program Subsidi Margin. Foto: Gotvnews/Ald.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Program subsidi margin pinjaman bagi UMKM di Kepulauan Riau (Kepri) terus bergulir. Hingga Juli 2025, sebanyak 1.566 pelaku usaha telah menikmati manfaat program ini, dengan target mencapai 2.000 penerima hingga akhir tahun.

Meski demikian, Dinas Koperasi dan UMKM Kepri mengakui masih ada PR dari data penerimaan tersebut. Dimana dari laporan banyak pelaku UMKM justru gagal menerima bantuan karena terkendala persyaratan perbankan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kepri, Riki Rionaldi, menyebut persoalan utama ada di manajemen usaha dan administrasi keuangan para UMKM pengaju.

“Banyak yang ditolak karena tidak lolos BI Checking. Masalahnya ada di pembukuan dan pengelolaan keuangan yang belum rapi,” ucapnya, Rabu (3/9/2025).

Riki menegaskan pentingnya edukasi sebelum mengajukan pinjaman, agar para UMKM tidak terjerumus ke dalam kerugian akibat ketidakpahaman manajemen dan pembukuan.

“Saran saya, ikuti pelatihan dulu, jangan buru-buru pinjam uang. Kalau manajemen keuangan tidak paham, justru berisiko rugi,” sambungnya.

Untuk anggaran subsidi margin Kepri tahun 2025 dianggarkan sebesar Rp2,4 miliar, namun sebagian digunakan untuk membayar margin tahun sebelumnya. Mekanisme pencairan sepenuhnya melalui Bank Riau Kepri Syariah, dan sejauh ini tingkat kredit macet masih nihil.

Meski ada tantangan, Riki menilai perkembangan program cukup positif karena diikuti pula oleh pemerintah kabupaten dan kota. seperti di Natuna dan Batam, misalnya, menetapkan plafon pinjaman Rp20 juta, sementara Bintan Rp30 juta.

“Artinya, sekarang pelaku UMKM Kepri punya lebih banyak pilihan akses pembiayaan,” tutupnya.

Ke depan, Dinas UMKM Kepri dituntut melahirkan inovasi agar UMKM pangaju yang gagal mengakses pinjaman tersebut, tetap bisa mendapatkan dukungan, sekaligus melakukan peningkatan literasi keuangan bagi pelaku para usaha. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *