GOTVNEWS, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepri mulai mengoptimalkan fungsi beberapa waduk sebagai langkah antisipasi menghadapi prediksi kemarau panjang tahun 2026.
Penjabat Sekda Kepri, Luki Zaiman Prawira, menegaskan koordinasi intensif terus berjalan meski hujan ringan masih sesekali turun.
Mengingat sumber air di Kepri bergantung pada tadah hujan, kondisi Waduk Tanjung Uban kini menjadi perhatian karena mulai memasuki fase kritis.
โKemarau panjang diperkirakan mulai April 2026, namun BMKG memprakirakan Kepri masih berpotensi hujan,โ ucapnya, Senin (18/4/2024).
Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Kepri bersama BWS Sumatera IV tengah menggeser fokus pada proyek interkoneksi pipa antara Waduk Gesek dan Waduk Kawal yang ditargetkan rampung pada 2027.
โSecara umum kita terus mencari solusi, salah satunya melalui interkoneksi pipa,โ tambahnya.
Selain proyek baru, perbaikan infrastruktur eksisting juga digenjot, termasuk pembenahan pipa distribusi dari Waduk Sei Pulai guna menekan angka kebocoran.
Luki mengklaim, langkah tersebut akan mulai membuahkan hasil di beberapa titik krusial.
โAlhamdulillah, sekarang tidak ada lagi pipa bocor di kawasan Kilometer 6 Tanjungpinang,โ pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













