GOTVNEWS, Tanjungpinang – Menjelang Tahun Baru Imlek pada 17 Februari 2026, ribuan warga Tionghoa memadati Vihara Avalokitesvara Graha laksanakan sembahyang leluhur, Senin (16/2/2026).
Pembina Yayasan Maitri Paramita, Henky Suryawa, mengatakan, ritual sembahyang leluhur ini berlangsung khidmat di area penyimpanan abu sebagai wujud bakti kepada keluarga yang telah tiada.
“Ritual ini adalah tradisi tahunan masyarakat Tionghoa menjelang Imlek sebagai bentuk penghormatan,” ucapnya usai melaksanakan sembahyang leluhur.
Ia menjelaskan, sembahyang dilaksanakan dengan menyalakan lilin serta hio, sembari menyajikan makanan di meja persembahan.
Ritual tersebut dipercaya sebagai bentuk sedekah dan doa dari keluarga yang masih hidup untuk ketenangan arwah leluhur.
“Keluarga memberikan sedekah kepada mereka yang sudah meninggal dunia dan memanjatkan doa,” tambahnya.
Sementara pelaksanaan di vihara sebagai area penyimpanan abu untuk memudahkan keluarga berkumpul tanpa harus mendatangi makam yang tersebar, hal ini membuat prosesi ziarah lebih praktis dan tertata bagi para penganut Budha di Tanjungpinang.
“Diselenggarakan di vihara supaya mempermudah peziarah berkumpul di satu tempat, tidak di kuburan masing-masing,” jelasnya.
Selain sembahyang, Hengky menekankan pentingnya silaturahmi di mana generasi muda wajib mengunjungi orang tua.
Untuk fasilitas fasilitas penyimpanan, vihara Avalokitesvara Graha masih mampu menampung ribuan abu leluhur untuk jangka panjang.
“Kapasitas kita 10 ribu dan baru terisi 5 ribu Ini diperkirakan cukup hingga 30 tahun ke depan,” tutupnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














