GOTVNEWS, Tanjungpinang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang mencatat lonjakan drastis titik panas (hotspot) dalam tiga bulan pertama tahun 2026.
Dengan jumlah hotspot telah menembus angka 300 titik, hampir menyamai rata-rata total setahun yang berkisar di angka 400.
Kepala Stasiun Meteorologi RHF Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, menyebutkan lonjakan tersebut menandakan percepatan aktivitas titik panas yang sangat signifikan dalam waktu singkat.
Dimana dalam data per 25 Maret 2026 mencatat 42 titik api dalam sehari, menjadi rekor tertinggi di Kepulauan Riau degan urutan Pulau Bintan, Karimun dan Anambas.
“Selama 3 bulan ini sudah di posisi 300 sekian hotspot di Pulau Bintan,” Ucapnya, Jum’at (27/3/2026).
Kosasih merincikan, Sebong Pereh menjadi wilayah paling kritis dengan 14 titik, disusul Gunung Kijang sebanyak 11 titik, dan Toapaya Asri sebanyak 6 titik, kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya hujan selama hampir 30 hari terakhir.
“Data 25 Maret ada sekitar 42 titik, angin kencang membuat api lebih cepat menyebar dan sulit dikendalikan,” tambahnya.
Ia menjelaskan, kondisi rendahnya kelembapan tanah membuat vegetasi di Bintan sangat rentan, dan menghimbau masyarakat menghentikan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar karena risiko kebakaran besar yang sulit dipadamkan.
“Kelembaban tanah turun dan vegetasi kering, artinya sangat mudah terbakar dan menyulut api,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








