GOTVNEWS, Tanjungpinang – Kemarau panjang mulai mengeringkan sejumlah sumber air di Tanjungpinang, Penyedia jasa lori air semakin sulit mendapatkan air bersih untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat.
Penjual lori air, Gada Dicki Marwanto, mengatakan untuk mendapatkan air dirinya harus menempuh jarak lebih jauh ke Sungai Carang dan Tanjung Moco demi memenuhi lonjakan permintaan warga.
Di samping operasional semakin berat, penyedia jasa masih mempertahankan harga lama bagi pelanggan tetap, sementara untuk pelanggan baru tarif mulai disesuaikan pada kisaran Rp200 ribu hingga Rp250 ribu rupiah per 5 ribu liter.
“Pelanggan tetap harganya masih sama, tapi untuk pelanggan baru kita menyesuaikan,” Ucapnya, Sabtu (28/3/2026).
Selain kendala jarak, faktor keamanan armada turut menjadi prioritas, dimana lori hanya melayani pengangkutan kapasitas penuh 5 ribu liter guna menghindari risiko kecelakaan akibat guncangan air dalam tangki tanpa sekat.
“Untuk meminimalisir kecelakaan, kami tidak berani menerima pesanan di bawah 5.000 liter,” jelasnya.
Walau mengambil air dari lokasi alternatif, Gada menjamin kelayakan konsumsinya, dimana sumber air di Sungai Carang disebut telah mengantongi rekomendasi resmi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
“Sungai Carang masih layak dan ada surat kesehatan dari Dinas Kesehatan, kami berharap pemerintah menyediakan titik air yang terjamin kualitasnya,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








