GOTVNEWS, KARIMUN – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diumumkan pemerintah melalui PT Pertamina terjadi pada jenis BBM beroktan tinggi dan diesel.
Harga Pertamax Turbo melonjak dari Rp13.250 menjadi Rp20.250 per liter atau naik sekitar 48,35 persen. Sementara Dexlite mengalami kenaikan paling tajam, dari Rp14.800 menjadi Rp24.650 per litermeroket hingga 66,55 persen.
Kondisi ini langsung mengubah pola konsumsi masyarakat, khususnya pengguna kendaraan bermesin besar dan diesel yang kini harus merogoh kocek jauh lebih dalam.
Meski demikian, kabar sedikit melegakan datang dari BBM yang paling banyak digunakan masyarakat. Harga Pertalite dan Pertamax (RON 92) terpantau masih stabil dan belum mengalami penyesuaian.
Direktur Utama PT Ology Karimun Bumi Sukses selaku pengelola SPBU Poros, Muhammad Nasrullah, membenarkan bahwa kebijakan ini berlaku secara nasional.
“Kenaikan ini mengikuti kebijakan Pertamina secara nasional dan sudah berlaku sejak tengah malam,” ujar Nasrullah.
Ia menyebut, dampak langsung di SPBU belum terlalu terasa karena kebijakan masih baru. Namun, pergeseran pola konsumsi diprediksi segera terjadi.
“Untuk saat ini masih normal, tapi kemungkinan masyarakat akan beralih ke BBM yang lebih terjangkau seperti Pertalite atau Pertamax,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Manajer SPBU Meral, Sri, yang menjelaskan harga BBM di Karimun memang tidak selalu sama dengan daerah lain di Kepulauan Riau.
“Karimun berbeda dengan Batam yang berstatus FTZ (Free Trade Zone), begitu juga dengan Tanjungpinang. Jadi ada selisih harga,” ujar Sri.
Saat ini, SPBU di Karimun melayani empat jenis BBM utama, yakni Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dexlite.
Dengan kenaikan signifikan ini, masyarakat diperkirakan akan lebih selektif dalam memilih jenis bahan bakar sesuai kemampuan dan kebutuhan.
Lonjakan harga BBM nonsubsidi ini pun berpotensi memicu efek domino terhadap biaya transportasi hingga harga barang, jika tidak diantisipasi dengan baik. (yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








