GOTVNEWS, KARIMUN – PT BPR Tuah Karimun sempat berada di ambang kolaps oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akibat tingginya kredit macet. Kini, bank milik Pemerintah Kabupaten Karimun itu berhasil keluar dari zona merah dan mulai mencatatkan kondisi keuangan positif.
Bupati Karimun, Iskandarsyah, menjelaskan sebelum dirinya dilantik BPR Tuah Karimun sudah mendapat peringatan keras dari OJK dengan status kesehatan level 4 atau tidak sehat.
“Waktu itu kami sudah diperingatkan serius. Kalau tidak segera dibenahi, bank ini bisa ditutup,” kata Iskandarsyah.
Di tengah tren penutupan puluhan BPR di Indonesia sepanjang tahun ini, Pemkab Karimun bergerak cepat menyelamatkan bank daerah tersebut.
Ada empat langkah yang dilakukan pemda, mulai dari restrukturisasi manajemen, penambahan modal, menjadikan BPR sebagai mitra penyaluran gaji PPPK, hingga mempercepat pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
“BPR ini bukan sekadar bisnis, tapi alat untuk membantu ekonomi masyarakat kecil,” ujarnya.
Saat ini, status kesehatan BPR Tuah Karimun kini naik menjadi level 3 atau cukup sehat. Bahkan kondisi modal yang sebelumnya defisit kini disebut sudah berubah menjadi surplus.
“Alhamdulillah Karimun tidak masuk daftar BPR yang dilikuidasi tahun ini. Sekarang posisi kita sudah plus,” katanya.
Tak hanya fokus pada penyelamatan, Pemkab Karimun juga mulai mendorong transformasi digital di BPR Tuah Karimun yang tengah menunggu persetujuan OJK untuk menghadirkan layanan e-wallet dan e-money.
Ke depan, Iskandarsyah juga ingin menjadikan BPR Tuah Karimun sebagai motor penggerak ekonomi rakyat, termasuk melalui program pinjaman bunga nol persen untuk pelaku UMKM.
“Kalau dikelola profesional, BPR milik daerah juga bisa maju. Apalagi ini BPR tertua milik Pemda di Kepri,” tutupnya. (yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News











