Pelabuhan Taman Bunga Bangkit, Kapal GT di Atas 1.000 Kembali Sandar

Pelabuhan Taman Bunga Bangkit, Kapal GT di Atas 1.000 Kembali Sandar.
Pelabuhan Taman Bunga Bangkit, Kapal GT di Atas 1.000 Kembali Sandar. Foto: Gotvnews/Yh.

GOTVNEWS, KARIMUN – Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Taman Bunga kembali menggeliat setelah adanya pelonggaran kebijakan sandar kapal bertonase di atas 1.000 GT.

Kebijakan itu membawa harapan baru bagi ratusan buruh pelabuhan yang selama tiga tahun terakhir hidup dalam ketidakpastian.

Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Parni, mengatakan saat ini terdapat 76 pekerja bongkar muat dan 35 armada truk angkutan yang menggantungkan hidup dari aktivitas pelabuhan tersebut.

Namun sejak pembatasan kapal besar diberlakukan pasca insiden KM Glory Indah menabrak dermaga pada 2022 lalu, aktivitas pelabuhan merosot drastis.

“Dalam tiga tahun terakhir, kadang satu bulan cuma ada satu atau dua kapal saja yang bongkar muatan. Padahal sekali bongkar bisa enam hari kerja,” kata Parni, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, kapal yang diizinkan bersandar sebelumnya dibatasi hanya di bawah GT 1.000 karena kondisi dermaga dinilai tidak layak untuk kapal besar berdasarkan hasil asesmen teknis.

“Kalau bicara fasilitas dermaga memang berdasarkan asesmen tidak diperkenankan kapal besar sandar. Itu juga yang kami bahas waktu dialog bersama Bupati,” ujarnya.

Kondisi itu membuat banyak buruh kehilangan penghasilan. Padahal aktivitas bongkar muat di pelabuhan tersebut menjadi sumber nafkah utama ratusan keluarga.

Selain itu, ia mengaku keberadaan gate atau sistem pintu masuk pelabuhan saat ini justru membuat aktivitas semakin tertib dibanding sebelumnya.

Sementara, Ketua Koperasi Petak Jaya Sejahtera, Zainal Abidin, menambahkan para sopir dan buruh sempat menganggur total sebelum akhirnya mengajukan permohonan kebijakan khusus kepada pemerintah daerah.

Harapan itu akhirnya muncul setelah Pemkab Karimun memberi kelonggaran bagi kapal MV Intan 31 dengan tonase GT 1.064 untuk tetap bersandar di Pelabuhan Taman Bunga.

Saat ini kapal tersebut kembali melakukan aktivitas bongkar muatan berupa sembako, barang kelontong, dan material bangunan dengan durasi kerja hingga tujuh hari.

“Kami mohon kepada pak Bupati mengerti dengan pelonggaran ini sangat terbantu mani para buruh. Yang penting kapal tetap sandar di sini supaya kami bisa terus bekerja dan menghidupi keluarga,” ujar Zainal. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *