GOTVNEWS, Tanjungpinang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat sebanyak 477 kasus baru Orang dengan HIV (ODHIV) sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kota Batam menjadi daerah dengan temuan kasus baru terbanyak di Provinsi Kepri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kepri, Muhammad Bisri, mengatakan temuan kasus baru menunjukkan tren peningkatan sejak awal 2026.
Berdasarkan catatan Dinkes Kepri, terdapat 64 kasus baru pada Januari, 50 kasus pada Februari, dan 53 kasus pada Maret.
Selanjutnya, pada April ditemukan 76 kasus, Mei sebanyak 76 kasus, Juni 77 kasus, dan meningkat menjadi 81 kasus pada Juli 2026.
Dengan tambahan tersebut, total ODHIV yang tercatat di Provinsi Kepri sejak tahun-tahun sebelumnya hingga saat ini mencapai 7.434 kasus.
“Paling banyak ditemukan di Kota Batam, sejalan dengan jumlah populasi penduduknya yang paling padat di Kepri,” ujar Bisri, Senin (24/8/2026).
Bisri menjelaskan, peningkatan temuan kasus baru tidak serta-merta menunjukkan lonjakan penularan. Menurutnya, angka tersebut turut dipengaruhi oleh semakin masifnya upaya pelacakan dan skrining aktif yang dilakukan petugas kesehatan.
Tim kesehatan secara rutin turun langsung ke sejumlah lokasi yang dinilai memiliki risiko penularan, termasuk tempat hiburan malam (THM) dan kawasan lokalisasi, untuk menjaring masyarakat yang belum mengetahui status HIV-nya.
“Semakin aktif kita mencari, otomatis semakin banyak kasus yang ditemukan. Lonjakan angka ini terjadi karena kami gencar turun ke lapangan untuk menjaring pengidap yang belum terdata agar segera mendapatkan penanganan,” jelasnya.
Ia menegaskan, upaya penemuan kasus secara aktif menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan HIV di masyarakat. Dengan mengetahui status lebih awal, ODHIV dapat segera memperoleh pengobatan dan pemantauan kesehatan secara rutin.
Untuk mendukung penanganan, Dinkes Kepri bersama pemerintah kabupaten/kota juga telah menyediakan layanan pengobatan HIV di hampir seluruh puskesmas di wilayah Kepri.
Layanan tersebut mencakup pemberian obat antiretroviral (ARV) secara berkala serta pemantauan kondisi pasien.
“HIV memang tidak bisa sembuh total, namun tingkat penularannya bisa ditekan melalui pengobatan yang teratur. Sejauh ini masih ada penderita yang enggan berobat. Karena itu, kami terus mendorong mereka untuk melakukan pemeriksaan dan memantau kadar virus secara rutin di puskesmas,” pungkas Bisri. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News












