Belum Berproduksi, Perusahaan Tambang di Karimun Bedah Rumah Warga dan Bagikan 29 Paket Sembako

Belum Berproduksi, Perusahaan Tambang di Karimun Bedah Rumah Warga dan Bagikan 29 Paket Sembako.
Belum Berproduksi, Perusahaan Tambang di Karimun Bedah Rumah Warga dan Bagikan 29 Paket Sembako. Foto: Istimewa.

GOTVNEWS, Karimun – PT Arga Alam Pongkar (AAP), perusahaan pertambangan yang belum beroperasi di Kabupaten Karimun, mulai menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah tambang.

Perusahaan tersebut merehabilitasi rumah milik warga bernama Syaini yang kondisinya membutuhkan perbaikan, sekaligus membagikan 29 paket sembako kepada masyarakat di RT 01/RW 04, Teluk Lekop, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing.

Aksi sosial ini mendapat apresiasi dari Bupati Karimun, Iskandarsyah. Ia menilai kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar menjadi hal penting, terlebih kegiatan tersebut dalam peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun pada 12 Oktober 2026.

“Program seperti ini yang kami harapkan untuk membantu masyarakat. Momen ini cukup baik, apalagi bertepatan Hari Jadi Kabupaten Karimun ke-27,” ujar Iskandarsyah.

Menurutnya, langkah PT AAP patut diapresiasi karena perusahaan telah menunjukkan tanggung jawab sosial meski belum menghasilkan pendapatan dari kegiatan produksi.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain, walaupun kami yakin yang lain juga sudah berbuat banyak. Tapi yang menarik dari perusahaan ini, mereka belum menghasilkan tapi sudah punya tanggung jawab terhadap lingkungan. Ini yang perlu kita apresiasi karena menjadi contoh yang baik,” ungkapnya.

Iskandarsyah berharap keberadaan perusahaan pertambangan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional.

Ia menegaskan, pengelolaan sumber daya alam semestinya turut mendorong kesejahteraan masyarakat, sebagaimana amanat Pasal 33 Ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945.

“Pada prinsipnya, di mana lokasi pertambangan berada, kami berharap perusahaan bisa terus membantu masyarakat sekitar. Kita sering ingatkan, sesuai UUD Pasal 33 Ayat 3, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dipergunakan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

General Manager PT AAP, Firza Nugraha, yang akrab disapa Wawan, mengatakan bantuan rehabilitasi rumah Syaini berawal dari kondisi rumah warga yang dinilai memerlukan perbaikan segera.

Pihak perusahaan kemudian memutuskan untuk membantu agar rumah tersebut menjadi lebih layak untuk ditempati.

“Kami tetap berkomitmen, apa yang perlu kita bantu akan kita bantu, apalagi kami berkegiatan di Desa Pongkar,” kata Wawan.

Ia menjelaskan, kondisi rumah Syaini sebelumnya memiliki sejumlah kekurangan sehingga membutuhkan penanganan.

“Tentu bantuan seperti hari ini perlu kami berikan. Rehab rumah yang tadinya banyak sekali kekurangan, kita tergerak untuk memberi. Walaupun tidak mewah, tapi layak huni, itu yang kita coba berikan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, perusahaan juga menyerahkan 29 paket sembako kepada masyarakat di lingkungan RT 01/RW 04, Teluk Lekop.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari warga yang menerima.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT AAP, Agusta Kurniawan, berharap kegiatan sosial tersebut tidak berhenti pada satu program saja.

Ia menyebut perusahaan berencana melanjutkan kegiatan serupa agar semakin banyak masyarakat di sekitar wilayah operasional yang bisa merasakan manfaatnya.

“Ke depan, semoga banyak rumah-rumah lain yang bisa kita rehab, yang tujuannya untuk membantu masyarakat di sekitar area perusahaan,” ujar Agusta.

Sementara itu, Humas PT AAP, M Roma Ardadan, mengatakan perusahaan berupaya tetap menjalankan kegiatan sosial meskipun belum memasuki tahap produksi.

Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama ketika ditemukan kondisi warga yang membutuhkan penanganan segera.

Ia menjelaskan, keputusan merehabilitasi rumah Syaini diambil setelah pihak perusahaan melihat langsung kondisi rumah yang mengalami kerusakan cukup parah.

“Di dalam kegiatan sosial tentunya ada hal-hal yang ditemui dan tak bisa menunggu, seperti kondisi rumah warga yang kami dapati langsung di lapangan mengalami rusak parah, dari situlah kami terus berbuat dengan melakukan tindak cepat untuk melakukan bedah rumah yang kami putuskan untuk segera dikerjakan,” ujar Roma. (Yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *