Wisata  

Gereja Ayam GPIB Bethel Tanjungpinang, Bangunan Peninggalan Belanda Tertua di Kepri

Gereja Ayam GPIB Bethel Tanjungpinang, Bangunan Peninggalan Belanda Tertua di Kepri
Gereja Ayam GPIB Bethel Tanjungpinang, Bangunan Peninggalan Belanda Tertua di Kepri. Foto: Instagram/@rico_gunawan.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Destinasi wisata religi bisa anda coba ke Kota Tanjungpinang, karena di Ibu Kota Kepri ini terdapat sebuah gereja tertua, bernama Gereja Ayam GPIB Bethel Tanjungpinang.

Gereja Ayam GPIB Bethel Tanjungpinang bisa pengunjung jumpai di Jalan Gereja, Nomor 1, Kecamatan Tanjungpinang Kota. Gereja ini merupakan salah satu bangunan peninggalan pemerintah Belanda.

Rumah ibadah umat Kristiani ini dibangun pada tahun 1883 dan masih kokoh berdiri hingga sampai saat ini. Gereja ini memiliki luas kurang lebih 171 meter persegi, bercat cokelat muda, dihiasi garis-garis cokelat tua.

Sebutan Gereja Ayam, hal ini dapat terlihat dari bangunan yang berbentuk ayam dengan dibuat dari besi yakni terdapat penunjuk arah angin yang memiliki letak di puncak menara.

Gereja ayam ini juga memfasilitasi masyarakat untuk melakukan ibadah seperti ibadah pada hari minggu hingga ibadah di hari besar Natal, Gereja ayam memiliki halaman yang luas ditumbuhi pohon pohon kasuari yang rimbun.

Perawatan gedung ini masih ditangani oleh bagian Jemaat GPIB Bethel Tanjungpinang. Pengunjung juga dapat mengabadikan momen ketika berkunjung ke rumah ibadah ini, karena disetiap sudut bangunan gereja memiliki gaya arsitek kuno dan unik.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kepri Raja Heri Mokhrizal mengatakan, Gereja Ayam masuk ke dalam destinasi wisata religi yang tak boleh dilewatkan ketika berkunjung di Kota Tanjungpinang.

Selain itu juga perbaikan gereja masuk dalam program pemerintah Provinsi Kepri.

“Gereja Ayam ini masuk rencana Pemprov Kepri yang akan dijadikan andalan wisata untuk mendongkrak ekonomi Kepri ke depan,” kata Heri.

Pada 2021 lalu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mendatangi Gereja Ayam di Tanjungpinang ini. saat ini Gubernur Ansar mengatakan, peninjauan obyek-obyek tersebut merupakan langkah awal perubahan dan akan dijadikan andalan pariwisata Kota Tanjungpinang.(San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *