GOTVNEWS, Tanjungpinang – Meski telah memasuki tahun 2026, progres pembangunan fisik Jembatan Batam-Bintan (Babin) masih menjadi tanda tanya, dimana pihak Pemprov Kepri masih berupaya mendorong pihak investor bersedia membangun jembatan dengan skema konsesi jangka panjang.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengaku belum bisa menetapkan target pasti kapan proyek strategis peninggalan era Presiden Jokowi tersebut akan mulai dibangun.
“Dalam situasi seperti ini, kita tidak dapat menargetkan kapan Jembatan Babin itu dibangun,” Ucapnya, Rabu (15/4/2026).
Pemprov Kepri sebelumnya telah menuntaskan pembebasan lahan di Seri Kuala Lobam, Bintan, hingga kini berfokus pada skema pembiayaan melalui komunikasi intens dengan pemerintah pusat, termasuk peluang keterlibatan penuh pihak swasta melalui sistem konsesi dan tarif tol.
“Kalau ada swasta yang mau bangun menyeluruh dengan jangka waktu panjang dan tarif tol yang layak, kita dorong dibangun swasta penuh,” Sambungnya.
Sejauh ini, Ansar telah mempertemukan dua pengusaha dengan Dirjen Pembiayaan, bahkan sejumlah investor asal China dilaporkan telah menemui Wakil Gubernur untuk membahas minat mendesain sekaligus membangun proyek raksasa tersebut.
“Kita komunikasi terus dengan pusat, nanti kita bawa lagi beberapa pengusaha ke Dirjen Pembiayaan,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














