GOTVNEWS, Tanjungpinang – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang mencatat adanya lonjakan harga beras premium yang dipasok dari Batam akibat stok yang mulai menipis.
Meski demikian, Disdagin memastikan pasokan beras premium dari wilayah lain masih dalam kondisi aman dan stabil.
Kepala Bidang Stabilisasi Harga Disdagin Tanjungpinang, Riyanto mengatakan, selain dari Batam sebagian kebutuhan beras di Tanjungpinang juga dipasok langsung dari daerah di Pulau Jawa.
โKalau untuk beras-beras lain masih aman. Kita ambil dari Sumedang dan daerah Jawa lainnya,โ ucapnya, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah distributor di Tanjungpinang juga mengambil beras langsung dari daerah asal, salah satunya melalui jalur distribusi langsung tanpa transit di Batam, sehingga stok dan harga tetap normal.
โDistributor seperti Toko Pindo di Tanjung Unggat mengambil langsung dari Jawa. Alurnya langsung ke Tanjungpinang, jadi stok dan harga masih stabil,โ jelasnya.
Riyanto menegaskan, secara umum stok beras di Tanjungpinang masih mencukupi. Namun, beberapa merek beras premium asal Batam mengalami kenaikan harga akibat keterbatasan pasokan dan aturan distribusi.
Dimana tercatat, terdapat tiga merek beras asal Batam yang stoknya mulai menipis sehingga berdampak pada kenaikan harga.
โhanya beberapa produk dari Batam yang mengalami kenaikan, seperti beras merek Gong-Gong dan Putri Padang,โ tutupnya.
Diketahui untuk beras Gong-Gong ukuran 25 kilogram, harga sebelumnya sekitar Rp295 ribu kini naik menjadi Rp325 ribu. Sementara beras Putri Padang naik dari Rp300 ribu menjadi Rp335 ribu per 25 kilogram. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














