GOTVNEWS, Tanjungpinang – Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tengah mematangkan kesiapan pelaku usaha lokal untuk menyambut proyek budidaya rumput laut di Kabupaten Lingga yang sedang digencarkan.
Berdasarkan arahan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, lahan seluas 10 ribu hektare saat ini telah disiapkan, di mana 5 ribu hektare fase pertama kini mulai digarap.
Kepala DKUKM Kepri, Riki Rionaldi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan mitra pngelola yang bertindak sebagai pengembang utama di lapangan.
“Saya sudah bertemu dengan pihak perusahaan sebagai mitra pengembangannya di Kabupaten Lingga,” ucapnya, Jumat (29/5/2026).
Riki menyebutkan mata rantai industri rumput laut tersebut sangat menjanjikan dari hulu hingga ke hilir, dimana jika digarap dengan ekosistem bisnis yang sudah berjalan stabil, otomatis akan melibatkan pelaku UMKM lokal.
Dirinya juga menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bisa ikut terlibat dalam proses pengolahannya.
“Kami akan support penuh keterlibatan KDKMP, terutama jika sudah berbicara terkait adopsi teknologi dan hilirisasi produk,” sambungnya.
Selain Kabupaten Karimun yang sudah memulai, fokus masif berskala besar kini diarahkan penuh ke Kabupaten Lingga.
Dimana proyek tersebut diharapkan mampu memicu hilirisasi industri dan menarik investasi asing masuk ke Kepri mengingat banyaknya produk turunan dari komoditas rumput laut tersebut.
“Skala luas ini berorientasi bisnis ekspor, hal ini tentu sangat potensial untuk mengundang investor karena industri turunannya sangat banyak,” ujarnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














