Jelang HUT BPR Tuah Karimun Genjot Kinerja Pegawai Lewat Sistem KPI

Jelang HUT BPR Tuah Karimun Genjot Kinerja Pegawai Lewat Sistem KPI.
Jelang HUT BPR Tuah Karimun Genjot Kinerja Pegawai Lewat Sistem KPI. Foto: Gotvnews/yh.

GOTVNEWS, Karimun – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) BPR Tuah Karimun menggelar workshop dan pembinaan intensif guna memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) demi mendongkrak performa bisnis perusahaan.

Program pembinaan difokuskan pada penerapan sistem Key Performance Indicator (KPI) dan Sasaran Kinerja Individu (SKI) sebagai upaya meningkatkan produktivitas kerja serta menyatukan visi seluruh pegawai.

Seluruh elemen internal bank ikut dilibatkan, mulai dari pejabat struktural, kepala bagian, staf operasional, tim pelayanan hingga pegawai pendukung.

Plt Direktur Utama BPR Tuah Karimun, Siska Naritasari, mengatakan penerapan KPI dan SKI menjadi langkah penting dalam membangun budaya kerja yang disiplin, profesional dan terukur.

“Kami ingin setiap pegawai memiliki target kerja yang jelas, objektif, dan selaras dengan visi besar perusahaan. Melalui penerapan KPI dan SKI ini, budaya kerja akan lebih terarah dan berorientasi pada pencapaian target,” ujar Siska, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, kesamaan visi dan komitmen seluruh pegawai menjadi modal utama agar BPR Tuah Karimun terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami yakin Perumda BPR Tuah Karimun dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik sesuai visi-misi kepada masyarakat Kabupaten Karimun,” katanya.

Dewan Pengawas, Syahrul, menambahkan, pembenahan internal dilakukan sebagai bentuk respons atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Karimun terhadap kemajuan BPR Tuah Karimun.

“Bupati Karimun selaku Kuasa Pemilik Modal sangat kuat untuk meningkatkan kinerja bank ini dari kondisi sebelumnya. Ketika pemerintah daerah sudah memberikan full support, maka kami di internal harus bergerak cepat dan meningkatkan kinerja supaya bank ini terus tumbuh,” ujar Syahrul.

Selama ini sistem penilaian kinerja pegawai belum terukur secara maksimal. Karena itu, penerapan KPI baru diharapkan menjadi acuan yang lebih adil dan transparan dalam menilai performa pegawai.

Sistem KPI tersebut disusun berdasarkan empat perspektif utama, yakni keuangan, pelayanan nasabah, proses internal dan pengembangan SDM.
Menurut Syahrul, kualitas SDM menjadi kunci utama keberhasilan transformasi perusahaan.

“SDM yang berkompetensi akan melahirkan internal proses yang bagus karena mampu menyusun dan menjalankan SOP dengan baik. Pertumbuhan nasabah akan meningkat dan target finansial seperti laba, ekspansi kredit hingga penghimpunan dana bisa tercapai,” tutupnya. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *