Kembali Pimpin IJTI Kepri Periode 2026-2030, Gusti Yenosa: Jurnalis Harus Kuat Secara Mandiri, Integritas dan Finansial

Kembali Pimpin IJTI Kepri Periode 2026-2030, Gusti Yenosa: Jurnalis Harus Kuat Secara Mandiri, Integritas dan Finansial.
Kembali Pimpin IJTI Kepri Periode 2026-2030, Gusti Yenosa: Jurnalis Harus Kuat Secara Mandiri, Integritas dan Finansial. Foto: Gotvnews/Ald.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Gusti Yenosa resmi kembali menahkodai Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi Kepulauan Riau periode 2026–2030. Keputusan ini ditetapkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI dari tiga kandidat calon Gusti Yenosa, Riki Ramadhoni dan Alboin, yang berlangsung demokratis di Hotel Pelangi, Tanjungpinang, Jumat (30/1/2026).

Sekjen IJTI Pusat, Usmar Almarwan, menyampaikan bahwa musda bagian dari demokrasi yang harus di jalankan, dengan atensi ke depan untuk menumbuhkan kesejahteraan anggota.

“IJTI adalah organisasi yang menjunjung demokrasi, dan dari periodesasi ini sudah habis maka harus dijalankan,” ucapnya.

Ia menitip pesan kepada ketua baru terpilih agar bisa merangkul seluruh anggota dan mengembangkan program-program kerja yang positif ke depan, dengan sembari menjalin kerja sama kepada pemerintah pusat maupun daerah.

“Kita berharap IJTI Kepri di kepemimpinan baru bisa meneruskan tradisi-tradisi yang baik, dan perkembangannya program untuk mengakomodir seluruh anggota,” sambungnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Terpilih IJTI Kepri periode 2026-2030, Gusti Yenosa dalam pidatonya menegaskan untuk membawa IJTI Kepri naik kelas, tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai wadah peningkatan kesejahteraan anggotanya.

“Jurnalis harus kuat secara integritas dan mandiri secara finansial. Program prioritas kami adalah membentuk koperasi sebagai kekuatan ekonomi bersama,” tegasnya.

Gusti yang akrab disapa Oca ini meyakini bahwa kualitas karya jurnalistik berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan pelakunya.

Dengan adanya wadah ekonomi seperti koperasi, anggota diharapkan memiliki akses permodalan dan peluang usaha kolektif yang sehat, sehingga jurnalis televisi di Kepri dapat bekerja lebih profesional tanpa terbebani persoalan ekonomi dasar.

“Kesejahteraan yang baik akan berdampak langsung pada kualitas informasi yang kita sajikan kepada masyarakat Kepri,” pungkasnya. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *