GOTVNEWS, Jakarta – Pemerintah berencana menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp85,6 triliun untuk menutup defisit APBN 2025 yang diperkirakan naik 2,78 persen dari PDB.
Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta persetujuan DPR untuk memakai SAL yang merupakan sisa anggaran tahun 2024 sebesar Rp457,5 triliun.
Hingga pertengahan 2025, keuangan negara defisit sebesar Rp204,2 triliun karena belanja lebih besar dari pendapatan.
DPR mengkritik rencana ini, karena menilai Presiden Prabowo sudah memerintahkan efisiensi lewat Inpres untuk menghemat Rp306,69 triliun. Tapi penghematan yang tercatat baru sekitar Rp93,8 triliun.
Selain itu, Sri Mulyani juga membuka blokir anggaran Rp134,9 triliun, yang dinilai DPR bertentangan dengan semangat penghematan.
Sri Mulyani menjelaskan defisit membesar karena penerimaan negara turun. Salah satunya karena batalnya kenaikan PPN 12% dan penarikan dividen BUMN diambil oleh Danantara, hingg menyebabkan kehilangan pendapatan Rp151 triliun.
Ia menegaskan tanpa efisiensi, defisit bisa lebih besar karena masih ada program prioritas Presiden yang harus dibiayai. Keputusan membuka blokir anggaran pun, menurutnya, sudah sesuai prosedur dan legal.(frh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News







