Pengamanan Lebaran Idul Fitri 2026, Polda Kepri Siapkan 1.536 Personel Gabungan

Pengamanan Lebaran Idul Fitri 2026, Polda Kepri Siapkan 1.536 Personel Gabungan.
Pengamanan Lebaran Idul Fitri 2026, Polda Kepri Siapkan 1.536 Personel Gabungan. Foto: Gotvnews/Zpl.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau menyiapkan 1.536 personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2026. Hal itu bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat merayakan Lebaran Idul Fitri.

Dalam pengamanan lebaran itu nanti personel gabungan yang dilibatkan mulai dari TNI, Polri, dan berbagai instasi terkait. Dijadwalkan Operasi Ketupat akan dimulai pada 13 hingga 25 Maret 2026.

Pada operasi ketupat tahun 2026, 1.536 personel gabungan akan disebar di sejumlah objek vital, meliputi 2.088 masjid, 272 lokasi shalat ied, 8 bandara, 39 pelabuhan, 204 lokasi belanja dan 67 lokasi wisata/rekreasi.

Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin, mengatakan operasi ini mengedepankan kegiatan preventif didukung preemtif, kehumasan penegakan hukum, serta bantuan operasi agar masyarakat yang merayakan Idul Fitri merasa aman, nyaman, dan lancar.

“Operasi ketupat ini merupakan salah satu bentuk negara hadir ditengah-tengah masyarakat yang rata-rata merayakan lebaran Idul Fitri,” jelas Asep usai memimpin rapat lintas sektoral persiapan menyambut Idul Fitri 2026 bertempat di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (9/3/2026).

Asep menegaskan, Polri bersama Pemda, TNI dan seluruh stakeholder memastikan siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat agar perayaan Idul Fitri berjalan aman dan kondusif.

“Kami selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan semua pihak terkait untuk melaksanakan kegiatan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kepri,” ungkapnya.

Irjen Asep juga menekankan, transportasi laut antarpulau maupun lintas provinsi di Kepri agar dapat disiapkan secara matang, termasuk dari segi aspek kenyamanan dan keselamatan penumpang.

“Kami juga mengimbau masyarakat mematuhi aturan keselamatan ketika berlayar, misalnya menggunakan jaket pengaman serta tidak memaksakan diri bepergian jika kapal sudah penuh,” ujarnya.(Zpl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *