GOTVNEWS, Tanjungpinang – Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua, menyoroti ketidakadilan dalam penanganan krisis listrik di Pulau Bintan, dimana dirinya menilai PLN Batam telah melanggar komitmen interkoneksi terkait pembagian beban defisit daya antara kedua wilayah.
Dimana dalam hal ini, Rudy menyayangkan fakta bahwa saat terjadi kekurangan suplai gas di Batam, beban pemadaman justru sepenuhnya ditanggung oleh warga pulau Bintan.
Padahal, kesepakatan awal interkoneksi mewajibkan adanya pembagian pemadaman secara proporsional apabila terjadi kondisi urgensi defisit kelistrikan di kedua wilayah.
“Dari pemantauan semalam di Batam tidak ada pemadaman, semua beban defisit justru dibebankan ke Bintan,” tegasnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).
Meski sempat terjadi pemadaman bergilir, Rudy menyebutkan bahwa PLN Pusat kini telah turun tangan untuk membantu menutupi kekurangan daya, yang diharapkan dengan bantuan tersebut defisit listrik di Pulau Bintan dapat segera teratasi.
“Saat ini sudah dibantu oleh PLN Pusat, sehingga seharusnya tidak ada lagi defisit yang memerlukan pemadaman di Pulau Bintan,” jelasnya.
Menanggapi insiden ini, Rudy mendesak Pemerintah Provinsi Kepri untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sistem interkoneksi Batam, dengan mendorong percepatan pembangunan pembangkit mandiri demi kedaulatan energi di Pulau Bintan.
“Saya mendesak Pemprov Kepri segera mengupayakan kemandirian kelistrikan Bintan dengan mempercepat pembangunan pembangkit 2×100 MW yang telah direncanakan,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














